Peran Pengaturan Kerja Fleksibel terhadap Perilaku Kerja Inovatif dengan Pemberdayaan Psikologis sebagai Mediator Pada Karyawan di Industri Teknologi Edukasi
Hayuningtyas Puspa Aviantari, Dr. Rizqi Nur’aini A’yuninnisa, S.Psi., M.Sc.
2026 | Skripsi | PSIKOLOGI
Abstrak. Perkembangan digitalisasi mendorong perusahaan khususnya di industri teknologi edukasi untuk beradaptasi melalui inovasi berkelanjutan. Salah satu bentuk penyesuaian yang diterapkan adalah dengan menerapkan pengaturan kerja fleksibel. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji peran pengaturan kerja fleksibel dalam memprediksi perilaku kerja inovatif dengan pemberdayaan psikologis sebagai mediator pada karyawan Generasi Z di industri teknologi edukasi. Penelitian melibatkan 188 karyawan generasi Z di industri teknologi edukasi berusia 20 - 29 tahun dengan masa kerja minimal tiga bulan dengan sistem kerja fleksibel. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Flexible Work Options Questionnaire (FWOQ), Innovative Work Behavior Scale (IWBS), dan Psychological Empowerment Scale (PES). Data dianalisis menggunakan regresi mediasi dengan hasil indirect effect menunjukkan nilai yang signifikan (? = 0,171; p < 0>
Abstract. The development of digitalization has encouraged companies, especially in the educational technology industry to adapt through continuous innovation. One form of adjustment that has been implemented is the adoption of flexible working arrangements. This study aims to examine the role of flexible work arrangements in predicting innovative work behavior with psychological empowerment as a mediator among Generation Z employees in the educational technology industry. The study involved 188 Generation Z employees in the educational technology industry aged 20-29 years with a minimum of three months of service under a flexible work system. This study uses a non-experimental quantitative approach with a survey method. Data collection was conducted using the Flexible Work Options Questionnaire (FWOQ), Innovative Work Behavior Scale (IWBS), and Psychological Empowerment Scale (PES). The data were analyzed using mediation regression, with the indirect effect showing a significant value (? = 0.171; p < 0>
Kata Kunci : perilaku kerja inovatif, pemberdayaan psikologis, pengaturan kerja fleksibel, generasi Z, industri teknologi edukasi