RESPONS FISIOLOGIS DAN TOLERANSI TANAMAN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L. ‘Kemloko 2’) DENGAN PEMBERIAN KALSIUM SILIKAT PADA KONDISI KEKERINGAN
Ainun Mardiah, Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si
2026 | Tesis | S2 Biologi
Tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L.) di Indonesia
memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun produktivitasnya menurun akibat kekeringan. Silikon dalam bentuk kalsium silikat (CaSiO?)
dapat digunakan untuk
meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman kekeringan melalui penguatan
struktur sel, peningkatan efisiensi fotosintesis, dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons
fisiologis dan anatomis tanaman tembakau varietas “Kemloko 2’ terhadap
pemberian kalsium silikat pada kondisi kekeringan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah kapasitas lapang yang terdiri dari K0 : 80%, K1 : 60%, K2 : 40%. Faktor kedua
adalah dosis pupuk kalsium silikat yang terdiri dari S0 : 0mg per kg tanah; S1
: 60mg per kg tanah; S2 : 120mg per kg tanah. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah
daun, panjang akar, berat basah dan berat kering, kadar prolin, kadar klorofil
dan kartenoid, kandungan air nisbi (KAN), indeks
stabilitas membrane (ISM), melanoaldehyde (MDA), enzim superoxide dismutase (SOD), hidrogen
peroksida (H2O2), kadar
nikotin, densitas dan pembukaan stomata,
densitas trikoma. Analisis data dilakukan menggunakan
ANOVA dan uji DMRT pada taraf kepercayaan 95% untuk menentukan pengaruh
perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalsium
silikat memberikan peningkatan respon morfofisiologis dan atanomis secara
signifikan pada perlakuan 60 – 120 mg/kg tanah. Peningkatan signifikan
parameter morfofisiologis terjadi pada tinggi tanaman, jumlah daun, panjang
akar, berat biomassa tajuk serta akar. Pemberian silikon secara konsisten
meningkatkan pada KAN dan ISM, memperbaiki stabilitas membran, serta
meningkatkan kandungan klorofil dan karotenoid pada seluruh tingkat kekeringan.
Pemberian silicon juga menurunkan akumulasi prolin, MDA, dan H2O2 secara
signifikan, serta menunjukkan berkurangnya tekanan oksidatif. Selain itu,
silikon meningkatkan aktivitas SOD sehingga tanaman mampu menetralisir ROS
dengan lebih efektif. Respon anatomis menunjukkan peningkatan densitas dan
diameter pembukaan stomata serta menurunnya densitas trikoma, yang menunjukkan
peningkatan fungsi pertukaran gas dan efisiensi transpirasi.
Tobacco plants (Nicotiana tabacum
L.) in Indonesia have high economic value, but their productivity decreases due
to drought. Silicon in the form of calcium silicate (CaSiO?) can be used to
increase plant tolerance to drought stress by strengthening cell structure,
increasing photosynthetic efficiency, and antioxidant activity. This research
aims to examine the physiological and anatomical responses of tobacco plants to
the administration of calcium silicate under drought conditions. The research
was conducted using a completely randomized design (CRD) with two factors. The
first factor is field capacity consisting of K0 : 80%, K1 : 60%, K2 : 40%. The
second factor is the dose of calcium silicate fertilizer consisting of S0: 0mg
per kg of soil; S1: 60mg per kg of soil; S2: 120mg per kg of soil. Each
combination has 3 replications. Parameters observed included plant height,
number of leaves, root length, wet and dry weight, proline content, chlorophyll
and carotenoid content, relative water content (RWC), membrane stability index (ISM), melanoaldehyde (MDA), superoxide
dismutase enzyme (SOD), hydrogen peroxide (H2O2), nicotine content, stomatal
density and opening, and trichome density. Data analysis was carried out using
ANOVA and DMRT tests at a 95% confidence level to determine the effect of
treatment. The results showed that calcium silicate significantly increased
morphophysiological and anatomical responses at concentrations of 60–120 mg/kg
soil Significant increases in
morphophysiological parameters occurred in plant height, leaf number, root
length, and shoot and root biomass weight. Silicon application consistently
increased KAN and ISM, improved membrane stability, and increased chlorophyll
and carotenoid content at all drought levels. Silicon application also
significantly reduced the accumulation of proline, MDA, and H2O2, and showed
reduced oxidative stress. Furthermore, silicon increased SOD activity, enabling
plants to more effectively neutralize ROS. Anatomical responses showed an
increase in stomatal opening density and diameter and a decrease in trichome
density, indicating improved gas exchange function and transpiration
efficiency.
Kata Kunci : cekaman kekeringan, kalsium silikat, tembakau/calcium silicate, drought stress, tobacco.