Laporkan Masalah

X Sebagai Medium Kritik Penyalahgunaan Senjata Api Oleh Aparat Kepolisian dalam Tinjauan Diskursus Norman Fairclough

Muhammad Reido Bawalsha, Dr. Hakimul Ikhwan, S.Sos., M.A.

2025 | Skripsi | Sosiologi

Penyalahgunaan senjata api oleh aparat kepolisian merupakan persoalan serius yang menandai problem relasi kuasa, pelanggaran hak asasi manusia, serta kegagalan reformasi sektor keamanan di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai peristiwa kekerasan bersenjata yang melibatkan aparat kepolisian memicu gelombang kritik publik yang meluas, terutama melalui media sosial X sebagai ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengguna platform X membangun narasi dan wacana kritik terhadap penyalahgunaan senjata api oleh aparat kepolisian, serta bagaimana wacana tersebut dimaknai dan dikaitkan dengan konteks sosiokultural yang melatarbelakanginya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis) model Norman Fairclough. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi, yaitu teks (mikro), praktik diskursif (meso), dan praktik sosiokultural (makro). Data penelitian berupa unggahan, utas, dan tanggapan pengguna media sosial X yang memuat kritik terhadap tindakan kekerasan bersenjata oleh aparat kepolisian. Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan data sekunder berupa literatur akademik, laporan lembaga, dan dokumen kebijakan untuk memperkuat analisis konteks.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik warganet di media sosial X tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi emosional individual, tetapi berkembang menjadi diskursus kolektif yang menantang legitimasi dan otoritas moral institusi kepolisian. Bahasa yang digunakan merepresentasikan ketakutan, kemarahan, dan krisis kepercayaan publik terhadap aparat bersenjata, sekaligus membangun ingatan kolektif atas kekerasan negara. Pada tataran sosiokultural, diskursus ini berkaitan erat dengan warisan militerisme Orde Baru, budaya impunitas, serta stagnasi reformasi sektor keamanan yang belum sepenuhnya berorientasi pada prinsip human security. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial X berperan sebagai arena perlawanan simbolik dalam membongkar dan menantang relasi kuasa dalam sektor keamanan di Indonesia.

The misuse of firearms by police officers represents a critical issue reflecting power relations, human rights violations, and the stagnation of security sector reform in Indonesia. In recent years, a series of armed violence incidents involving the police have triggered widespread public criticism, particularly articulated through social media X as a digital public sphere. This study aims to examine how users of platform X construct narratives and discourses of criticism regarding the misuse of firearms by police officers, as well as how these discourses are interpreted and situated within broader sociocultural contexts.

This research adopts a qualitative approach employing Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA). The analysis is conducted through three interrelated dimensions: text (micro), discursive practice (meso), and sociocultural practice (macro). The data consist of posts, threads, and user responses on social media X that articulate criticism of police-perpetrated armed violence. Secondary data from academic literature, institutional reports, and policy documents are also utilized to contextualize the findings.

The findings reveal that online criticism on platform X functions not merely as individual emotional expression but evolves into a collective discourse that challenges the legitimacy and moral authority of the police institution. The language used reflects public fear, anger, and a crisis of trust toward armed authorities, while simultaneously constructing collective memory of state violence. At the sociocultural level, these discourses are closely linked to the legacy of New Order militarism, entrenched cultures of impunity, and the failure to fully implement security sector reform oriented toward human security. This study demonstrates that social media X operates as a site of symbolic resistance that contests dominant power relations within Indonesia’s security sector.

Kata Kunci : Analisis Wacana Kritis, Media Sosial X, Penyalahgunaan Senjata Api, Kepolisian, Reformasi Sektor Keamanan

  1. S1-2025-480618-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480618-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480618-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480618-title.pdf