Gambaran Pengetahuan tentang Sindrom Ovarium Polikistrik dan Perilaku Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi pada Mahasiswi Keperawatan
Nadhiya Hanna Shofiana, Dr. Wiwin Lismidiati, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat.; Ami Novianti Subagya, S.Kep., Ns., M.Kep. Sp.Kep.A.
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar belakang: Gangguan kesehatan reproduksi pada perempuan usia produktif masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak luas, salah satunya Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) yang merupakan gangguan endokrin kompleks dan berisiko menyebabkan infertilitas. Prevalensi PCOS tergolong tinggi namun masih banyak kasus yang tidak terdiagnosis, terutama pada kelompok remaja dan mahasiswa. Kondisi ini menimbulkan perhatian khusus terhadap tingkat pengetahuan serta perilaku perempuan usia produktif dalam menjaga kesehatan organ reproduksi.
Tujuan penelitian: Menggambarkan tingkat pengetahuan tentang PCOS dan perilaku menjaga kesehatan organ reproduksi pada mahasiswi keperawatan.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang melibatkan 224 responden mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan FK-KMK UGM tahun pertama hingga keempat pada November-Desember 2025 menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan tentang PCOS dan kuesioner perilaku menjaga kesehatan organ reproduksi. Analisis data menggunakan uji deskriptif dan Spearman’s rho.
Hasil: Sebanyak 79% mahasiswi (n=177) memiliki tingkat pengetahuan tentang PCOS dalam ketegori baik, dan 84.4% mahasiswi (n=189) memiliki perilaku menjaga kesehatan organ reproduksi dalam kategori baik. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang PCOS dengan perilaku menjaga kesehatan organ reproduksi pada mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan (p-value=0.780).
Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan memiliki tingkat pengetahuan tentang PCOS dan perilaku menjaga kesehatan organ reproduksi dalam ketegori baik. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang PCOS dan perilaku menjaga kesehatan organ reproduksi.
Background: Reproductive health disorders in women of childbearing age remain a widespread health problem, one of which is Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), a complex endocrine disorder that can lead to infertility. The prevalence of PCOS is high, but many cases remain undiagnosed, especially among teenagers and college students. The condition highlights the importance of knowladge and behaviors related to reproduktive health among women of reproductive age.
Objective: Describing the level of knowledge about PCOS and reproductive organ health behaviors among nursing students.
Method: This study is a cross-sectional study involving 224 female students enrolled in the Nursing Program at FK-KMK UGM from the first to fourth years in November-December 2025 using proportionate stratified random sampling. Data collection was conducted using a questionnaire on knowledge about PCOS and a questionnaire on reproductive organ health behaviors. Data analysis was performed using descriptive tests and Spearman's rho.
Result: A total of 79% of female students (n=177) had a good level of knowledge about PCOS, and 84.4% of female students (n=189) had good reproductive organ health behaviors. The results of the analysis showed that there was no significant relationship between knowledge about PCOS and reproductive organ health behaviors among female students in the Nursing Study Program (p-value=0.780).
Conclusion: Most female students in the Nursing Study Program have a good level of knowledge about PCOS and reproductive organ health behaviors. However, no significant relationship was found between knowledge about PCOS and reproductive organ health behaviors.
Kata Kunci : Polycystic Ovary Syndrome, perilaku, kesehatan organ reproduksi, mahasiswi keperawatan