Laporkan Masalah

The Design of Balanced Scorecard as the performance measurement systems :: A Case study of Laboratorium Klinik "CITO"

SARASWATI, Sinta, Dr. Ertambang Nahartyo, M.Sc

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Organisasi pada umumnya menggunakan pengukuran kinerja sebagai alat kontrol. Melalui pengukuran, suatu organisasi mengkomunikasikan harapannya terhadap para anggotanya dalam berperilaku dan bagaimana perilaku itu dinilai. Di dalam persaingan yang ketat dan kemajuan teknologi dewasa ini, tidaklah cukup untuk menilai kinerja hanya berpedoman pada kinerja finansial saja, melainkan diperlukan suatu pengukuran yang lebih baik, yang menggabungkan kinerja finansial dan kinerja bukan finansial. Tesis ini adalah studi kasus pada Laboratorium Klinik “CITO” yang dilaksanakan dengan cara survey, observasi dan wawancara pada personil terkait. Data sekunder diperoleh da ri buku teks, jurnal, data dari organisasi profesi seperti IkatanDokter Indonesia (IDI), dan laporan tahunan beserta rencana bisnis tahunan Laboratorium Klinik “CITO”. Dari hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa dalam mengukur kinerja perusahaan, “CITO” selama ini hanya berfokus pada kinerja financial saja. Pengukuran yang lain telah pula dikerjakan, namun tidak ditetapkan pencapaian sasarannya dan tidak dihubungkan dengan penghargaan. Sementara itu, asset yang tidak tampak seperti tenaga dan system informasi belum pernah diukur kinerjanya. Padahal, asset ini adalah factor pendukung yang sangat penting dalam pencapaian target kinerja financial. Untuk mengatasi kekurangan dalam pengukuran kinerja dan pelaksanaan strategi, adalah sangat penting untuk menerapkan system pengukuran kinerja yang lebih koheren dan menyeluruh, seperti Balanced Scorecard. Dengan melaksanakan system Balanced Scorecard ini, diharapkan Laboratorium Klinik “CITO” dapat terus meningkatkan kinerjanya dan mencapai tujuan yang telah dicanangkan oleh perusahaan.

Organization uses performance measurement as a control tool. Through the measure, the organization communicates how it wishes the personals to behave and how this behavior will be evaluated. Within intense competition and advancing technology, it is not enough just making a judge about performance depend on financial measures. It needs a better measurement, which combined the financial and non-financial measures. This thesis is the case study of “CITO” Clinical Laboratory that conducted by surveying, observation, and interviewing related persons. The secondary data is gathered from textbooks, journals, professional organizations (IDI), and annual report of this company. The evaluation has concluded that in measuring the company performance “CITO” focuses on financial performance only. Other measurements have also been conducted, but it is for data processing only and it has not targeted yet and it is not related to reward system. Meanwhile, the intangible assets such as people and information system have not been measured yet. In fact, these intangible assets are supporting factors toward the achievement of continuous financial performance. To cope with shortcomings of “CITO” performance measurement systems and implementation of the strategy, it is necessary to establish a more comprehensive and coherent performance measurement system, which is referred to as Balanced Scorecard approach. By implementing this performance measurement system, it is expected that “CITO” Clinical Laboratory can afford to improve the performance and achieve the goals in the future.

Kata Kunci : Kinerja Perusahaan,Balanced Scorecard


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.