Kajian Kondisi Geologi Teknik dan Analisis Kestabilan Lereng Portal Terowongan Pengelak B Bendungan Walimpong, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan
A. Muh Imran Azhar Mangkona, Ir. Hendy Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM.;Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Teknik Geologi
Penelitian ini dilakukan
pada rencana trase terowongan dan lereng portal Terowongan Pengelak Bendungan
Walimpong yang terletak di Kabupaten Soppeng. Penyelidikan awal
telah dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan–Jeneberang yaitu
berupa investigasi geologi terdiri dari pemetaan geologi, pemboran inti dan uji
keteknikan batuan. Namun, pada penelitian tersebut belum dilakukan klasifikasi
massa batuan
untuk metode penggalian dan sistem penyangga
terowongan, serta
belum dilakukan analisis kestabilan terhadap lereng portal terowongan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu untuk dilakukan
penyelidikan dan kajian kondisi geologi teknik yang lebih komprehensif untuk
menentukan klasifikasi massa batuan, analisis empiris untuk menentukan metode penggalian terowongan sistem
penyangga terowongan, serta penentuan stabilitas lereng portal. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengevaluasi kondisi geologi teknik di sekitar terowongan,
mengevaluasi kualitas massa batuan, mengevaluasi secara empiris metode
penggalian, mengevaluasi secara empiris sistem penyangga terowongan, dan mengevaluasi stabilitas lereng portal terowongan. Metode penelitian yang
digunakan pada penelitian ini adalah melakukan pemetaan geologi teknik,
melakukan analisis kualitas massa batuan dengan RMR dan GSI, analisis metode penggalian berdasarkan RMR dan GSI, analisis sistem penyangga terowongan secara empiris menggunakan RMR, serta melakukan analisis lereng dengan metode limit equilibrium method
(LEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas
satuan perbukitan dengan kemiringan lereng landai hingga sangat curam, dengan
litologi penyusun berupa batugamping, batulanau karbonatan, serta endapan
pasir–kerakal. Kondisi struktur geologi di lokasi penelitian dicirikan oleh
keberadaan sistem kekar, sementara muka air tanah umumnya berada di atas trase
terowongan. Evaluasi kualitas massa batuan berdasarkan klasifikasi RMR dan GSI
menunjukkan variasi kualitas dari kelas sedang hingga buruk, di mana kondisi
kualitas terendah umumnya dijumpai pada satuan batulanau serta pada zona dengan
intensitas diskontinuitas yang tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut, metode
penggalian terowongan yang direkomendasikan adalah metode benching dengan
penyesuaian stand-up time pada setiap segmen terowongan. Sistem
penyangga terowongan yang direkomendasikan meliputi kombinasi rockbolt, shotcrete,
dan steel ribs. Hasil analisis kestabilan lereng portal terowongan
menunjukkan bahwa lereng berada dalam kondisi stabil baik pada kondisi statis
maupun pseudostatis.
This
research was conducted along the planned tunnel alignment and portal slopes of
the Walimpong Dam Diversion Tunnel located in Soppeng Regency. Preliminary
investigations have been carried out by the Pompengan–Jeneberang River Basin
Organization, including geological mapping, core drilling, and rock engineering
tests. However, these investigations did not include rock mass classification
as a basis for determining tunnel excavation methods and support systems, nor
did they involve slope stability analysis at the tunnel portal areas.
Therefore, a more comprehensive engineering geological investigation is
required to determine rock mass classification, empirically evaluate tunnel
excavation methods and support systems, and assess the stability of the tunnel
portal slopes. The objectives of this study are to evaluate the engineering
geological conditions around the tunnel, assess rock mass quality, empirically
evaluate tunnel excavation methods and support systems, and analyze the
stability of the tunnel portal slopes. The research methods include engineering
geological mapping, rock mass quality assessment using the Rock Mass Rating
(RMR) and Geological Strength Index (GSI) classifications, evaluation of
excavation methods based on RMR and GSI, empirical analysis of tunnel support
systems using RMR, and slope stability analysis using the Limit Equilibrium
Method (LEM). The results indicate that the study area is composed of hilly
terrain with slope gradients ranging from gentle to very steep, underlain by
limestone, calcareous siltstone, and sand–gravel deposits. The geological
structure of the area is characterized by the presence of joint systems, while
the groundwater table is generally located above the tunnel alignment. Rock
mass quality based on RMR and GSI classifications varies from fair to poor,
with the poorest conditions commonly occurring within calcareous siltstone
units and zones with high discontinuity intensity. Based on these conditions,
the recommended tunnel excavation method is benching with adjustments to
stand-up time for each tunnel segment. The recommended tunnel support system
consists of a combination of rock bolts, shotcrete, and steel ribs. Slope
stability analysis of the tunnel portal slopes indicates that the slopes are
stable under both static and pseudostatic conditions.
Kata Kunci : Bendungan Walimpong, RMR, GSI, Metode Penggalian dan Sistem Penyangga, Kestabilan Lereng