Pendugaan Status Fluks Karbondioksida dan Metana pada Tanah Tegakan Jati Unggul di KHDTK Wanagama 1
Zaini Silvia Aryani, Prof. Dr. Ir. Budiadi, S.Hut., M.Agr.Sc., IPU; Dr. Ir. Handojo Hadi Nurjanto, M.Agr.Sc., IPU
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Fluks karbon pada hutan terjadi melalui
sejumlah proses alami meliputi fotosintesis, respirasi, dan dekomposisi. Informasi mengenai fluks gas karbondioksida (CO2) dan
metana (CH4) di tegakan jati unggul KHDTK Wanagama 1 masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji estimasi fluks CO2 dan CH4
serta hubungannya dengan faktor lingkungan mikro di tegakan jati unggul
pada musim penghujan.
Penelitian dilakukan di petak 13 tegakan jati
unggul KHDTK Wanagama 1 pada bulan Februari. Penentuan lokasi menggunakan
metode purposive sampling dan pengukuran fluks menggunakan Portable
Chamber System Liangber-02P (LI-7810 Li-Cor) metode chamber
tertutup dengan tiga plot dan tiga waktu pengukuran yakni pada pagi 07.00 –
09.00, siang 11.00 – 13.00, dan sore 15.00 – 17.00 selama tiga hari. Pengukuran
fluks CO2 dan CH4,
suhu, dan kelembaban tanah dilakukan bersamaan pada 15 titik setiap plot
sedangkan pengukuran berat volume dan C-organik dilakukan secara sampling pada
5 titik setiap plot.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi fluks CO2 dan CH4 di tegakan jati unggul secara berturut-turut yaitu 435,44 – 827,16 mgCO2 m-2 h-1 dan -4,95 – -10,66 µgCH4 m-2 h-1. Fluks CO2 pada tegakan jati unggul Wanagama 1 pada musim penghujan dipengaruhi oleh C-organik, akumulasi C-organik, dan berat volume tanah sedangkan fluks CH4 dipengaruhi oleh kelembaban tanah dan berat volume tanah.
Forest carbon flux is conducted through
several natural processes, including photosynthesis, respiration, and
decomposition. Information on carbon dioxide (CO2) and methane (CH4)
gas fluxes in Wanagama 1 clonal teak stand is limited. This study aims to
examine the estimation of CO2 and CH4 fluxes and their
relationship with microclimate factors in clonal teak stands during rainy
season.
This study was conducted in compartment 13th
clonal teak stands of KHDTK Wanagama 1 in February. The location was determined
using purposive sampling method and flux measurements were taken using the
Liangber-02P Portable Chamber System (LI-7810 Li-Cor) closed chamber method
with three plots and three measurement period at 07.00 – 09.00, 11.00 – 13.00,
and 15.00 – 17.00 over three days. Flux measurement, soil temperature, and soil
moisture were taken simultaneously 15 points each plot, while bulk density and
soil organic carbon measurements were taken by sampling at 5 points in each
plot.
The results showed CO2 flux in
clonal teak stand was estimated to be 435,44 – 827,16 mgCO2
m-2 h-1and CH4 flux was estimated to be -4,95 – -10,66 µgCH4
m-2 h-1, respectively. CO2 flux during
the rainy season was influenced by organic C-content, C-organik accumulation,
and soil bulk density, while CH4 flux was influenced by soil
moisture and soil bulk density.
Kata Kunci : Fluks CO2, Fluks CH4, Jati Unggul, Variasi Temporal dan Spasial