Pengaruh Sistem Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bayam Hijau dan Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) di Pekarangan Perkotaan Rejowinangun
Malika Azzahra, Siti Nurul Rofiqo Irwan, S.P., M.Agr., Ph.D. ; Ir. Budiastuti Kurniasih, M.Sc., Ph.D.
2026 | Skripsi | AGRONOMI
Bayam (Amaranthus tricolor L.) merupakan
tanaman sayuran daun yang memiliki nilai ekonomi dan estetika tinggi serta
berpotensi dikembangkan di pekarangan perkotaan. Penelitian mengenai sistem
tanam diperlukan untuk menilai sejauh mana perlakuan tanam tunggal dan polikultur
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil dua jenis bayam, yaitu bayam hijau
dan bayam merah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh sistem
tanam tunggal dan polikultur terhadap pertumbuhan, hasil, skor kesetaraan lahan,
dan skor keindahan keragaan tanaman pada bayam hijau dan bayam merah di
pekarangan perkotaan Rejowinangun, dan (2) mengetahui perbedaan pertumbuhan dan
hasil antara bayam hijau dan bayam merah pada sistem tanam tunggal dan
polikultur di pekarangan perkotaan. Penelitian dilaksanakan
di salah satu pekarangan Kampung Pilahan, Rejowinangun, Yogyakarta, pada bulan
Februari–Maret 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL)
faktorial 2×2 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah sistem tanam (tanam
tunggal dan polikultur), sedangkan faktor kedua adalah jenis bayam (bayam hijau
dan bayam merah). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun,
luas daun, indeks luas daun, bobot segar, bobot kering, kadar klorofil, dan
produktivitas tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tanam tunggal
dan polikultur tidak memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar variabel
pertumbuhan dan hasil bayam. Tidak terdapat perbedaan pertumbuhan dan hasil
yang signifikan antara bayam hijau dan bayam merah di pekarangan perkotaan.
Spinach (Amaranthus tricolor L.) is a leafy
vegetable with high economic and aesthetic value and has great potential to be
developed in urban home gardens. Research on planting systems is needed to
evaluate the extent to which monoculture and polycropping treatments influence
the growth and yield of two spinach types, namely green and red spinach. This
study aimed to (1) determine the effects of monoculture and polyculture
planting systems on growth, yield, land equivalent ratio, and visual aesthetic
scores of green spinach and red spinach in urban home gardens of Rejowinangun,
and (2) examine the differences in growth and yield between green spinach and
red spinach under sole cropping and polyculture systems in urban home gardens. The
research was conducted in a home garden located in Pilahan Village,
Rejowinangun, Yogyakarta, from February to March 2025, using a 2×2 factorial
Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. The first
factor was the planting system (sole cropping and polycropping), and the second
factor was the spinach type (green and red spinach). The observed variables
included plant height, number of leaves, leaf area, leaf area index, fresh
weight, dry weight, chlorophyll content, and plant productivity. The results
showed that the monoculture and intercropping systems did not significantly
affect most growth and yield variables of spinach. There was no significant
difference in growth and yield between green spinach and red spinach in urban
yards.
Kata Kunci : Amaranthus tricolor, bayam hijau, bayam merah, sistem tanam, pekarangan perkotaan