Hubungan Antara Gangguan Depresi dengan Tingkat Kepuasan Pernikahan Pada Ibu dengan Anak AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD)
Kurniadewi Putri Kartikawati, Dr.dr.Budi Pratiti, Sp.KJ, dr.Mahar Agusno, Sp.KJ (K)
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Psikiatri
Latar Belakang : Mengasuh dan membesarkan anak ASD (Autism Spectrum Disorder) lebih berat dibandingkan dengan pengasuhan anak pada umumnya. Depresi sering dialami pada seseorang dengan stresor yang tinggi, beban pengasuhan anak yang berat mengakibatkan ibu menjadi depresi dan berdampak pada rendahnya kebahagian dalam pernikahan. Kehidupan pernikahan, pada pasangan yang memiliki anak dengan ASD memiliki berbagai tantangan yang akan memengaruhi kebahagian pasangan suami istri. Masih belum diketahui dengan jelas apakah gangguan depresi pada ibu dengan anak ASD berhubungan dengan rendahnya kepuasan pernikahan.
Tujuan Penelitian: Untuk mengidentifikasi hubungan antara gangguan depresi dengan tingkat kepuasan pernikahan pada ibu dengan anak ASD.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan uji analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Subyek penelitian adalah Ibu dengan status menikah yang memiliki anak ASD di RS. Soerojo, Magelang, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sample. Pengukuran gangguan depresi dengan menggunakan kuesioner PHQ-9 (Patient Health Questionnaire-9), sedangkan pengukuran kepuasan pernikahan dengan menggunakan kuesioner EMS Scale (Enrich Marital Satisfaction). Analisis data menggunakan Chi-Square dan regresi logistik, dengan tingkat kemaknaan yang disepakati signifikansi secara statistik adalah nilai p<0>
Hasil : Terdapat 92 subyek yang diikutkan dalam analisis data penelitian. Pada penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara gangguan depresi dengan tingkat kepuasan pernikahan pada ibu dengan anak ASD (X2= 22.66, p =0,001 C= 0,445, OR= 11,22), artinya ibu yang tidak mengalami gangguan depresi akan mengalami kepuasan pernikahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibu depresi. Analisis multivariat menunjukan bahwa terdapat variabel lain yang berpengaruh terhadap kepuasan pernikahan selain gangguan depresi adalah kategori ASD pada anak (OR=4.225, p= 0,024).
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara gangguan depresi dengan tingkat kepuasan pernikahan pada ibu dengan anak ASD.
Background: Raising and caring for a child with Autism Spectrum Disorder (ASD) is more challenging than parenting typically developing children. Depression is often experienced by individuals exposed to high levels of stress. The heavy caregiving burden may lead mothers to develop depressive symptoms, which in turn can affect marital happiness. Marital life among couples raising a child with ASD presents various challenges that may influence the couple’s overall marital satisfaction. However, it remains unclear whether depressive disorders in mothers of children with ASD are associated with lower levels of marital satisfaction.
Objective: To identify the relationship between depressive disorder and the level of marital satisfaction among mothers of children with ASD.
Methods: This study was conducted using an observational analytic design with a cross-sectional approach. The research subjects were married mothers with children diagnosed with ASD at Soerojo Hospital, Magelang. Samples were selected using the purposive sampling method. Depressive symptoms were measured using the Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), while marital satisfaction was assessed using the Enrich Marital Satisfaction (EMS) Scale. Data were analyzed using Chi-square tests and logistic regression, with a statistical significance level threshold of p < 0>
Results: A total of 92 subjects were included in the data analysis. The study showed a significant relationship between depressive disorder and marital satisfaction among mothers with children diagnosed with ASD (?² = 22.66, p = 0.001, C = 0.445, OR = 11.22). This indicates that mothers without depressive disorders tend to have higher marital satisfaction compared to those with depression. Multivariate analysis revealed that, in addition to depressive disorder, another variable that significantly influenced marital satisfaction was the child’s ASD category (OR = 4.225, p = 0.024).
Conclusion: There is a statistically significant relationship between depressive disorder and the level of marital satisfaction among mothers of children with ASD.
Kata Kunci : depresi, kepuasan pernikahan, ibu dengan anak ASD