Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Risiko Gangguan Kecemasan pada Anak Usia Sekolah Dasar di Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar
Meidiana Anggraini, Prof. Dr. dr. H. Soewadi, MPH., Sp. KJ (K); Dr. dr. Budi Pratiti, Sp. KJ
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Psikiatri
Latar belakang: Pada anak usia sekolah dasar gangguan kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang memengaruhi kesehatan fisik, hubungan sosial, prestasi akademik dan perkembangan emosional. Sementara pola asuh ibu, sebagai pengasuh utama, berperan penting dalam membentuk regulasi emosi dan berpotensi memengaruhi kecemasan pada anak.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan risiko
gangguan kecemasan pada anak usia sekolah dasar di Kecamatan Wlingi,
Kabupaten Blitar.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan
rancangan potong lintang pada 83 pasang ibu dan anak di SDN Babadan 1 Wlingi,
Kabupaten Blitar. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola asuh (PSDQ) yang
diisi oleh ibu dan kuisoner kecemasan (SCARED) yang diisi oleh anak. Data yang
diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik.
Hasil Penelitian: Sebagian besar ibu menerapkan pola asuh demokratis 81,9?n
sekitar 47% anak menunjukkan gejala gangguan kecemasan, terutama gangguan
cemas perpisahan (74%). Pola asuh ibu terbukti berhubungan signifikan dengan
gangguan kecemasan (p = 0,005), di mana anak yang dibesarkan dengan pola asuh
gabungan antara demokratis dan non-demokratis memiliki peluang 6,07 kali untuk
mengalami gangguan kecemasan (OR = 6,07). Hubungan signifikan juga
ditemukan pada kecemasan menyeluruh (p = 0,024) dan kecemasan sosial (p =
0,035). Setelah dikendalikan dengan variabel usia dan jumlah anak, pola asuh
gabungan tetap menjadi faktor risiko yang paling dominan (p = 0,021; OR = 5,812).
Kesimpulan: Pola asuh ibu berhubungan signifikan dengan risiko gangguan
kecemasan. Pola asuh demokratis bersifat melindungi, sementara pola asuh
gabungan meningkatkan risiko.
Background: In elementary school-aged children, anxiety disorders are a mental health problem that affects physical health, social relationships, academic achievement, and emotional development. Meanwhile, the mother's parenting style, as the primary caregiver, plays a crucial role in shaping emotional regulation and potentially influences anxiety in children.
Research Objective: To determine the relationship between maternal parenting styles and the risk of anxiety disorders in elementary school-aged children in Wlingi District, Blitar Regency.
Methods: This study used an observational analytical approach with a cross-sectional design in 83 mother-child pairs at SDN Babadan 1 Wlingi, Blitar Regency. Data were collected through a parenting style questionnaire (PSDQ) completed by the mothers and an anxiety questionnaire (SCARED) completed by the children. The data obtained were then analyzed using the Chi-Square test and logistic regression.
Research Results: The majority of mothers (81.9%) practiced a democratic parenting style, and approximately 47% of children showed symptoms of anxiety disorders, particularly separation anxiety disorder (74%). Maternal parenting styles were significantly associated with anxiety disorders (p = 0.005), with children raised with a combination of democratic and non-democratic parenting styles having a 6.07-fold increased risk of developing anxiety disorders (OR = 6.07). Significant associations were also found for generalized anxiety (p = 0.024) and social anxiety (p = 0.035). After controlling for age and number of children, combined parenting remained the most dominant risk factor (p = 0.021; OR = 5.812).
Conclusion: Maternal parenting styles were significantly associated with the risk of
anxiety disorders. Democratic parenting styles were protective, while combined parenting
styles increased the risk.
Kata Kunci : Pola Asuh Ibu, Kecemasan Anak, Sekolah Dasar, Wlingi, Blitar