Laporkan Masalah

Evaluasi potensi perusahaan pertambangan logam dan mineral berdasarkan analisa fundamental

SAPARTOMO, Ardian, Dr. Supriyadi, M.Sc

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Industri pertambangan khususnya pada sub sektor industri pertambangan logam dan mineral telah dipilih sebagai fokus penelitian pada periode 1999-2003 dengan tujuan untuk menerapkan analisis fundamental dan mengimplementasikan model valuasi, sebagai alat untuk menentukan keputusan investasi di pasar modal. Proses valuasi dengan analisis fundamental ini memperkirakan nilai dari penggunaan asset perusaan untuk digunakan dalam usah yang berkelanjutan dan dapat digunakan untuk memprediksi harga saham di masa yang akan datang. Maka dari itu analisis fundamental ini merupakan metoda dalam menganalisa informasi, meramalkan tingkat pengembalian dari informasi yang di dapat tadi untuk menentukan nilai intrisik yang akan dibandingkan dengan nilai pasar saham yang diperdagangkan. Nilai intrinsic disini merupakan nilai yang pantas atas investasi yang dilakukan berdasarkan tingkat pengembalian yang diterima. Reformulasi laporan keuangan merupakan langkah awal dalam melakukan analissi profitabilitas dengan mengukur faktor pengendali kegiatan operasi dan keuangan yang dapat mempengaruhi tinggi dan rendahnya tingkat return on common equity (ROCE). Bagaiamana perusahaan mengekploitasi kegiatan operasi dan keuangan atas aset dan kewajibannya dalam menghasilkan nilai, menjadikan analisis informasi keuangan menjadi sangat penting unutk menentukan kinerja perusahaan. Bagi perusahaan model valuasi ini juga turut mengukur efek nilai dari aktivitas usaha yang merupakan inti dari analisis strategi dalam usaha dan bagi investor model ini juga dapat digunakan sebagai alat penentu keputusan investasi baik menjual atau membeli saham di pasar modal. Maka sebagai bentuk alat penentu keputusan investasi, model ini menghitung nilai intrinsic dari kegiatan keuangan perusahaan agar sama dengan nilai sekarang atas aliran kas di masa datang dengan menggunakan tingkat diskonto sebagai biaya modal perusahaan. Data ekonomi makro menggunakan Laporan Bank Indonesia – BPS (1999-2003) dan kinerja industri mengunakan data Indonesian Mining Survey (2001-2003) yang dibuat oleh PricewaterhouseCopper dan Asosiasi Pertambangan Indonesia (API).

Asset based valuation estimates a firm’s value by identifying and summing the value of its assets by determining the break up value with getting current market values for assets and liabilities listed on the balance sheet and identifying omitted asset and assigning a market value to them. The mining industry especially on metal and mineral industry has been chosen as a focus of the research from 1999-2003, with an objective as how to apply fundamental analysis and implement a valuation model, as a tool for investment decision in capital market by investor. The valuation process using a fundamental analysis estimates value from utilizing assets in a going-concern business and could obtain a prediction of the future price of the stock. As used as an investment decision on capital market, fundamental analysis is a method of analyzing information, forecasting payoffs from that information and arriving at a valuation based on those forecasting to determine an intrinsic value compare to the market price of the stock to be traded. Intrinsic value is the worth of an investment that is justified by the information about its payoffs Financial statement reformulation is the early step to create a profitability analysis by measuring operating and financing driver that influence a high or low return on common equity (ROCE). How a company exploits their operating and financing asset and liabilities to create more value, made a financial information analysis is very important to determine company performance. Valuation model calculate the value effects of business activities and so they also are at the heart of the analysis of strategy within the firm and investment decision in capital market. As an investment decision, this model calculate an intrinsic value of a financial asset equals the present value of all future cash flow by using the appropriate discount factor which is the cost of equity of the company. The macroeconomic data refer to the Indonesian Bank Report – BPS (Badan Pusat Statistik) and industry performance data refer to Indonesian Mining Industry Survey 2001-2003 by PricewaterhouseCopper and Asosiasi Pertambangan Indonesia (API).

Kata Kunci : Manajemen Investasi,Pasar Modal,Industri Pertambangan, Financial Statement Reformulation, ROCE, RNOA, FLEV, SPREAD, Market Value, Intrinsic Value, Free-Cash-Flow Valuation Model, Discount Factor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.