Faktor-faktor yang berhubungan terhadap perubahan luas penggunaan lahan swah dikecamatan Banguntapan
Leo Baskoro, Djaka Marwasta, S.Si.; M.Si.
2026 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANJumlah penduduk yang terus bertambah dapat mengakibatkan tuntutan terhadap lahan semakin meningkat, sedangkan keberadaan lahan sangat terbatas. Kondisi yang demikian menyebabkan alih fungsi lahan dari lahan sawah menjadi lahan bukan sawah tidak dapat dihindarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menjelaskan bagaimana hubungan variabel perubahan jumlah fasilitas terhadap perubahan luas penggunaan lahan sawah di Kecamatan Banguntapan, (2) menjelaskan bagaimana hubungan variabel perubahan jumlah penduduk terhadap perubahan luas penggunaan lahan sawah di Kecamatan Banguntapan, (3) menjelaskan bagaimana hubungan variabel perubahan jumlah rumah tangga terhadap perubahan luas penggunaan lahan sawah di Kecamatan Banguntapan, (4) menjelaskan bagaimana hubungan variabel perubahan jumlah rumah tangga petani terhadap perubahan luas penggunaan lahan sawah di Kecamatan Banguntapan dan (5) menjelaskan mengenai pola persebaran permukiman yang ada di Kecamatan Banguntapan tahun 2000 dan 2006. Wilayah pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini mencakup seluruh wilayah Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul dengan unit analisis desa. Metode yang digunakan adalah metode sensus dengan analisis data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data dari dinas-dinas yang terkait kemudian memilih variabel-variabel yang sesuai dengan penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis statistik, dan analisis spasial temporal Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan/korelasi antara variabel pengaruh, yaitu perubahan jumlah penduduk, perubahan jumlah fasilitas, dan perubahan jumlah rumah tangga terhadap variabel terpengaruh, yaitu perubahan luas lahan sawah di Kecamatan Banguntapan. Sedangkan untuk variabel jumlah rumah tangga petani tidak memiliki hubungan/korelasi terhadap perubahan luas lahan sawah di Kecamatan Banguntapan. Pola persebaran permukiman dapat menjadi indikasi dari besar kecilnya luas lahan sawah di Kecamatan Banguntapan
Increased number of people can influence the demand of land, while existence of land is very limited. This conditions increase the process of lead over agriculture land use (paddy field) into non agriculture land use. The aim of this research is (1) explain the relation of changes number of facilities with changes area of paddy field in Kecamatan Banguntapan, (2) explain the relation of the changes number of people with changes area of paddy field in Kecamatan Banguntapan, (3) explain the relation of the changes number of household with changes area of paddy field in Kecamatan Banguntapan, (4) explain the relation of the changes number of agriculture household with changes area of paddy field in Kecamatan Banguntapan, and (5) explain the distribution of settelement and relation with area of paddy fields in Kecamatan Banguntapan. By using secondary data, taken from the government institutions, the research explaining correlation from the independent variabel and dependent variabel with statistic analysis, descriptive analysis, and the spasial temporal analysis. The results showed that changes area of paddy fields have correlation with the changes number of facilities, the changes number of people, and the changes number of household. But the changes number of agriculture household has no correlation with the changes area of paddy fields in Kecamatan Banguntapan. Distribution of settelement in Kecamatan Banguntapan can be use to indication the area of paddy field.
Kata Kunci : luas lahan sawah, jumlah penduduk, jumlah fasilitas, jumlah rumah tangga,paddy land, population, number of facilities, number of households