Penentuan Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Pendekatan Benefit – Cost Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus BUMDes Karya Luhur Sumberurip, Pronojiwo, Lumajang)
Fikri Fajar Ramadhan, Laksmi Yustika Devi, S.P., M.Si., Ph.D
2026 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pengembangan BUMDes sering dihadapkan pada keterbatasan sumber daya sehingga diperlukan penentuan strategi yang tepat dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan BUMDes Karya Luhur Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang dengan menggunakan pendekatan Benefit–Cost Analytical Hierarchy Process (BC-AHP). Metode BC-AHP digunakan untuk menganalisis dan membandingkan berbagai alternatif strategi berdasarkan kriteria manfaat (benefit) dan biaya (cost) yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Data diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi dengan responden yang terdiri dari pengelola BUMDes, pemerintah desa, serta kelompok masyarakat terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) memiliki nilai prioritas tertinggi dibandingkan dengan strategi pengembangan ekowisata dan strategi diversifikasi produk. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM menjadi faktor kunci dalam mendukung keberlanjutan dan kinerja BUMDes. Penguatan SDM melalui pelatihan, pendampingan, dan peningkatan manajerial direkomendasikan sebagai fokus utama dalam strategi pengembangan BUMDes Karya Luhur Sumberurip.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) are strategic instruments in promoting rural economic growth and improving community welfare. However, the development of BUMDes often faces resource limitations, making it necessary to determine appropriate and measurable development strategies. This study aims to identify the optimal development strategy for BUMDes Karya Luhur Sumberurip, Pronojiwo District, Lumajang Regency, using the Benefit–Cost Analytical Hierarchy Process (BC-AHP) approach. The BC-AHP method is employed to analyze and compare alternative strategies based on benefit and cost criteria encompassing economic, social, and environmental aspects. Data were collected through interviews, questionnaires, and documentation involving respondents from BUMDes management, village government, and relevant community groups. The results of the analysis indicate that the human resource development strategy has the highest priority compared to ecotourism development and product diversification strategies. This finding suggests that enhancing human resource capacity and competence is a key factor in supporting the sustainability and performance of BUMDes. Therefore, strengthening human resources through training, mentoring, and managerial capacity building is recommended as the main focus of the development strategy for BUMDes Karya Luhur Sumberurip.
Kata Kunci : BUMDes, Benefit–Cost AHP, Pembangunan Ekonomi Desa, Sumber Daya Manusia, Strategi Pengembangan.