Male Victims of Female-Perpetrated Partner Violence: A Critical Discourse Analysis on Johnny Depp's Defamation Case
Salsabila Bunga Sangsthita, Dr. Aris Munandar, M.Hum.
2026 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN AMERIKA
Penelitian ini membahas permasalahan diskriminasi sosial dan hukum yang dialami oleh korban laki-laki kekerasan dalam hubungan romantik (intimate partner violence/IPV) serta bagaimana permasalahan tersebut direpresentasikan dalam wacana media dan hukum Amerika Serikat. Dengan mengambil objek kajian dokumenter Netflix berjudul Depp v. Heard (2023), penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana ideologi gender memengaruhi konstruksi korban, penilaian kredibilitas, dan respons institusional ketika laki-laki diposisikan sebagai pihak yang mengklaim mengalami kekerasan oleh pasangan perempuannya. Pembahasan ini ditempatkan dalam kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough dan dilakukan dibawah disiplin Pengkajian Amerika, khususnya menggunakan pendekatan Pasca-Nasionalis, sehingga kasus ini dapat ditelaah sebagai bagian dari dinamika budaya dan institusional yang lebih luas dalam perspektif masyarakat Amerika.
Dengan metode kualitatif, penelitian ini menggabungkan telaah pustaka mengenai diskriminasi sosial dan hukum terhadap korban IPV laki-laki dengan AWK tiga dimensi terhadap sejumlah tuturan di persidangan dan cara tuntutan tersebut dimediasi dalam dokumenter. Pada dimensi tekstual, analisis berfokus pada bagaimana viktimisasi dikonstruksikan secara linguistik; pada praktik wacana, penelitian menelaah pembingkaian media, komentar hukum, dan penggunaan otoritas keahlian; pada dimensi praktik sosial, disoroti bagaimana wacana-wacana tersebut mereproduksi dan mengontestasi ideologi gender dalam budaya dan sistem hukum Amerika.
Hasil analisa menunjukkan bahwa meskipun dokumenter tersebut menampilkan berbagai bentuk diskriminasi yang dialami korban IPV laki-laki, representasi yang ditampilkan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi struktural yang dialami korban IPV laki-laki pada umumnya. Dukungan publik yang diperoleh Johnny Depp dalam kasus ini muncul melalui sejumlah kondisi yang bersifat khusus, seperti status selebritas dan ketersediaan sumber daya hukum yang luas, sehingga tidak dapat dianggap sebagai indikasi hilangnya bias gender dalam penanganan kasus IPV. Dengan demikian, penelitian menyoroti bahwa pengakuan terhadap korban laki-laki masih bersifat terbatas dan kontekstual, serta menegaskan pentingnya pengembangan kerangka analisis dan kebijakan yang lebih inklusif dalam memahami dan menangani kekerasan dalam hubungan romantik.
This study examines how male victims of intimate partner violence (IPV) encounter discrimination to recognition and support, and how these constraints are reflected within contemporary American social and legal discourse. Focusing on Netflix’s Depp v. Heard (2023), the study explores the ways gender ideology shapes credibility, victimhood, and institutional response when men claim abuse by female partners. Situated within Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA) and post-national American Studies, the research treats the case not as an isolated celebrity trial, but as a cultural site where American legal norms, media practices, and gendered assumptions circulate and are contested beyond national and institutional boundaries.
Combining a synthesis of existing scholarship on social and legal discrimination against male IPV victims with a three-level CDA of selected courtroom utterances and their mediation in the docuseries, it shows at the textual level that victimhood is linguistically constructed; at the level of discursive practice, it presents how legal commentary, expert testimony, and platform logic shape public interpretation; and at the level of social practice, it considers how these discourses reproduce or strain dominant gender ideologies within American culture and law.
The findings suggest that while the series exposes several structural barriers faced by male victims, it does not ultimately present a typical or representative resolution of those barriers. Depp’s eventual public support emerges under exceptional conditions such as celebrity status, institutional authority, and extensive evidentiary resources, rather than through a systematic shift in gendered assumptions. By bridging CDA and post-nationalist American Studies, this research demonstrates that recognition of male victimhood remains conditional and uneven, underscoring the need for more inclusive frameworks for understanding IPV beyond entrenched national and gendered narratives.
Kata Kunci : Critical Discourse Analysis, Gender Ideology, American Studies, Media and Law, Male Victimhood, Intimate Partner Violence, Depp v. Heard