Laporkan Masalah

Pengaruh Penyinaran Ultraviolet- B terhadap Kualitas Umbi Benih, Pertumbuhan, Kejadian Penyakit pada Masa Penyimpanan dan Pertanaman, serta Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. Kelompok Aggregatum)

Khoirotunnisa Azumah, Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M. Agr., Ph.D.; Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M. Sc., Ph.D.

2026 | Skripsi | AGRONOMI

Ketidakseimbangan antara permintaan yang tinggi dengan ketersediaan stok umbi, seringkali memicu fluktuasi  harga bawang merah yang tajam. Umbi yang mulanya dipersiapkan untuk benih tidak jarang dijual sebagai umbi konsumsi demi mendapatkan keuntungan instan. Padahal umbi tersebut beresiko karena telah terpapar fungisida selama masa penyimpanan. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai metode perlakuan fisik, salah satunya melalui penyinaran UV-B, untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam menjaga kualitas umbi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuan durasi dan frekuensi penyinaran UV-B terhadap kualitas umbi benih bawang merah (Allium cepa L.) serta kejadian penyakit selama masa penyimpanan serta menganalisis pengaruh penyiranan UV-B pra tanam pada umbi benih terhadap kejadian penyakit, pertumbuhan dan hasil tanaman (Allium cepa L.). Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024 – September 2025 yang bertempat di Imogiri, Karangtalun, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan di Kebun Tridharma, Fakultas Pertanian UGM. Wonocatur, Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dua faktor (durasi dan frekuensi penyinaran UV-B) dan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan Taraf Perlakuan Tunggal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan durasi 150 menit dengan frekuensi tiga kali, serta durasi 225 menit pada kedua tingkat frekuensi, menghasilkan kualitas simpan yang signifikan lebih baik dibandingkan kontrol negatif (tanpa perlakuan UV-B) dan menunjukkan efektivitas yang mendekati (sebanding dengan) kontrol positif yang menggunakan fungisida. Pada fase vegetatif, pengamatan terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang semu, dan jumlah anakan menunjukkan bahwa kombinasi penyinaran UV-B sebelum penyimpanan dan penyinaran UV-B pra tanam tidak menghambat pertumbuhan. Hal ini mengindikasikan bahwa perlakuan tersebut tidak menimbulkan cekaman sehingga bawang merah mampu tumbuh optimal.

The imbalance between high demand and bulb availability often triggers sharp fluctuations in shallot prices. Bulbs initially intended for seed are frequently sold for consumption to gain instant profit, despite the risks associated with fungicide exposure during storage. Therefore, research into physical treatment methods, such as UV-B irradiation, is essential to evaluate their effectiveness in maintaining bulb quality. This study aimed to analyze the effects of UV-B irradiation duration and frequency on the quality of shallot seed bulbs (Allium cepa L.) and disease incidence during storage, as well as to analyze the influence of pre-planting UV-B irradiation on disease incidence, growth, and yield. The research was conducted from November 2024 to September 2025 at Imogiri, Bantul, and the Tridharma Research Station, Faculty of Agriculture, UGM, Yogyakarta. The experimental design employed a two-factor Completely Randomized Design (CRD) and a Randomized Complete Block Design (RCBD) with single-factor treatments. The results indicated that a duration of 150 minutes with a frequency of three times, as well as a duration of 225 minutes at both frequency levels, produced storage quality significantly superior to the negative control (no UV-B treatment) and demonstrated effectiveness comparable to the positive control (fungicide application). During the vegetative phase, observations of plant height, leaf number, pseudo-stem diameter, and the number of tillers showed that the combination of pre-storage and pre-planting UV-B irradiation did not inhibit growth. This indicates that the treatments did not induce stress, allowing the shallots to achieve optimal growth.

Kata Kunci : Kata kunci: bawang merah, UV-B, kualitas umbi, durasi penyinaran / Keywords: shallots, UV-B, bulb quality, irradiation duration

  1. S1-2026-482355-abstract.pdf  
  2. S1-2026-482355-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-482355-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-482355-title.pdf