Fenomena “quiet quitting” menggambarkan suatu bentuk ketidakmelekaan terhadap pekerjaan di mana karyawan hanya melaksanakan tugas-tugas yang tercantum dalam deskripsi pekerjaan tanpa melampaui apa yang diwajibkan. Perilaku ini semakin umum di kalangan pekerja Generasi Z, yang sering menghadapi ketidakstabilan finansial dan keamanan kerja yang terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran prediktif kelangkaan finansial terhadap “quiet quitting” serta menentukan apakah kesejahteraan finansial memberikan kontribusi yang signifikan ketika kedua variabel diuji secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif potong lintang, dengan data yang diperoleh dari 302 pekerja Generasi Z yang bekerja secara legal di Indonesia berusia 18–28 tahun. Tiga instrumen tervalidasi digunakan, yaitu Psychological Inventory of Financial Scarcity (PIFS-IDN), CFPB Financial Well-Being Scale, dan “Quiet Quitting” Scale (QQS). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda hierarkis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelangkaan finansial secara signifikan memprediksi perilaku “quiet quitting” (? = 0,2349, p < 0 xss=removed xss=removed>