Laporkan Masalah

Analisis keunggulan kompetitif dan strategi bersaing SBU perbankan agribisnis PT Bank Danamon Indonesia, Tbk

YULIANTO, Sutrisno, Dr. Hani Handoko, MBA

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Dalam kondisi tingkat persaingan perbankan yang sangat tinggi di pasca krisis, menyebabkan bank-bank mencari alternatif strategi baik dari sisi produk, pelayanan, customer, teknologi maupun Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menyiapkan agar bank tersebut dapat memenangkan persaingan di pasar global. Sementara itu disisi lain, sektor industri agribisnis merupakan sektor yang telah terbukti paling tangguh dari terpaan badai krisis bila dibandingkan dari sektor lain, belum banyak digarap secara focus dan serius oleh bank-bank di Indonesia. Penelitian dan penulisan tesis ini dimaksudkan untuk mengetahui empat hal, yaitu pertama menganalisis lingkungan makro dan industri perbankan agribisnis sehingga dapat mengidentifikasi peluang yang dapat dimanfaatkan dan ancaman yang harus diantisipasi. Kedua, untuk mengidentifikasi faktor kunci sukses (key success faktor/KSFs) dalam industri Perbankan Agribisnis. Ketiga, untuk menganalisis sumberdaya dan kapabilitas perusahaan dan mengidentifikasi kekuatan yang dapat dimanfaatkan serta kelemahan yang harus dieliminasi sehingga dapat diidentifikasi keunggulan kompetitif dalam pengembangan SBU Perbankan Agribisnis. Keempat, adalah untuk memformulasikan Strategi Bisnis SBU Perbankan Agribisnis Bank Danamon alternatif yang akan mengarahkan pencapaian visi dan tujuan perusahaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis secara kualitatif yaitu dengan melakukan analisis lingkungan eksternal perusahaan dan lingkungan persaingan industri serta melakukan analisis lingkungan internal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor Kunci Sukses (key success factor/KSFs) dalam pengembangan industri perbankan agribisnis terkait dengan lima hal yaitu: Pertama, Technology–Related memiliki kemampuan dalam meningkatkan skala ekonomis melalui dukungan pelayanan teknologi informasi dan telekomunikasi, seperti pada ATM dan E-Banking (Virtual banking facilities, mobile banking ) dan memiliki kemampuan dalam mengembangkan differensiasi produk dan jasa perbankan, khususnya untuk pasar dan aktivitas pembiayaan pada sektor Agribisnis. Kedua, Distribution – Related memiliki jaringan yang luas dan strategis sampai ke daerah-daerah sehingga mudah dijangkau oleh para pelaku usaha agribisnis yang pada umumnya sebagian besar ada di daerah. Ketiga, Skill – Related memiliki kemampuan dalam penyaluran dana kredit, mampu memberikan sistem-sistem pembiayaan dengan pendekatan komprehensif yang terintegrasi antara kegiatan-kegiatan dari hulu ke hilir serta memiliki produk-produk yang sesuai dengan karakteristik agribisnis, lebih mengutamakan pembiayaan pada proyek-proyek yang telah dibangun (bukan proyek baru) sehingga pembiayaan bersifat refinancing serta memiliki tenaga ahli yang memiliki kemampuan yang baik dalam industri agribisnis. Keempat, Marketing– Related, memiliki hubungan yang baik dengan pihak-pihak atau instansi–instansi terkait dengan pengembangan agribisnis seperti Departemen Pertanian, Departemen Kelautan, Asosiasi-asosiasi, Perguruan Tinggi, lembaga-lembaga lain dan turut memberikan bimbingan teknis serta pelayanan pendampingan dalam rangka pemberdayaan para pelaku agribisnis. Kelima, Kapabilitas Organisasi (Organization Capability) memiliki visi dalam pengembangan sektor agribisnis dan konsisten dalam pencapaian visi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kemampuan inti atau Core Competence yang dimiliki oleh SBU Perbankan Agribisnis Bank Danamon dalam keunggulan strategi bersaingnya adalah kemampuan dalam jaringan distribusi (cabang) yang luas dan berada di daerah-daerah potensial serta dapat menjangkau sentra-sentra agribisnis di Indonesia, kemampuan dalam teknologi informasi yang dapat mengintegrasikan seluruh jaringan distribusi (cabang), kemampuan dalam pengembangan differensiasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan karakteristik dari sektor agribisnis, pengalaman dan kemampuan SDM di masing-masing sub sektor agribisnis (specialist) yang selama ini memang menangani sektor agribisnis, pendekatan yang bersifat komprehensif dan close system, sehingga akan mengurangi risiko pembiayaan. Berdasarkan hasil penelitian, maka alternatif strategi SBU Perbankan Agribisnis Bank Danamon yang disarankan adalah “Differentiation Focus” sehingga memiliki “Unique Value Proposition” dibandingkan dengan para pesaingnya. Strategi ini diarahkan untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan yaitu “Menjadi Bank Pilihan pada Sektor UKM dan Konsumer“ dengan fitur-fitur sebagai berikut: Pertama, Strategi meningkatkan pangsa pasar pada sektor agribisnis, khususnya pada segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM), baik dalam penghimpunan dana maupun penyalurannya. Kedua, mengubah fungsi utama SBU Perbankan Agribisnis yang semula sebagai “Supporting Unit” menjadi “Business Unit” yaitu menjadikan SBU Perbankan Agribisnis sebagai unit bisnis yang mencari dan mengelola portfolio sektor agribisnis sehingga dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Ketiga, produk pembiayaan dilakukan dengan pendekatan risiko yang didasarkan pada sub sektor industri (karena masing-masing sub sektor agribisnis memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda-beda) dan exploring bisnis yang dilakukan berdasarkan aktivitas. Dengan alternatif strategi yang disarankan tersebut maka SBU Perbankan Agribisnis Bank Danamon akan memiliki Unique Value Proposition dan sekaligus merupakan keunggulan kompetitif yang dimilikinya, yaitu: Pertama, dalam melakukan pembiayaan, pendekatan resiko dilakukan berdasarkan sub sektor industri (karena masing-masing sub sektor agribisnis memiliki karakteristik dan resiko yang berbeda-beda). Kedua, dalam melakukan exploring bisnis, penetrasi dan ekspansi bisnis dilakukan berdasarkan tahapan aktivitas dari masing-masing sub sektor agribisnis. Ketiga, pengembangan Struktur Organisasi SBU Perbankan Agribisnis dengan 4 (empat) departemen berdasarkan sub sektor industri agribisnis telah sesuai dengan industri sehingga memudahkan untuk melakukan penetrasi pasar dan mengembangkan portfolio bisnis. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan penulis memberikan saran-saran yang sebaiknya dilakukan oleh Bank Danamon guna menunjang strateginya yaitu: Pertama, mempertahankan portfolio dan mengembangkan SBU Perbankan Agribisnis yang telah dimilikinya dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan profitabilitas bisnis serta risiko-risiko yang mungkin dihadapi, mengingat Indonesia adalah negara agriculture, dimana potensi kelautan, pertanian dan perkebunan sangat besar. Kedua, melaksanakan langkah-langkah strategis dalam upaya memperbesar pangsa pasar serta meningkatkan posisi daya saing perusahaan, antara lain: memperhatikan pasar potensial di daerah KTI (Kawasan Timur Indonesia) dimana Bank Danamon memiliki jaringan terbesar dibanding bank lainnya. Ketiga, melakukan pembiayaan dengan pendekatan industri (Base of financing skill of industry) bukan lagi melalui pendekatan jumlah (Base of financing scale) yang bertujuan untuk lebih memahami tentang profil bisnis/ industri (Business/ Industrial Profile), karateristik bisnis/ industri (Business/ Industrial Characteristic), resiko bisnis/ industri (Business/ Industrial Risk), rantai bisnis/ industri (Busines Chain and Industrial Linkages). Keempat, memberikan prioritas pembiayaan untuk komoditi-komoditi unggulan yang berorientasi ekspor dan memberikan kewenangan yang lebih besar kepada cabang/wilayah (desentralisasi kewenangan). Kelima, mengembangkan skim-skim produk pembiayaan maupun simpanan dengan rate yang lebih kompetitif dan mengembangkan sistem yang terhubung dengan kegiatan transaksi para customer, sehingga bank dapat mengontrol seluruh aktivitas usaha para customer. Keenam, memberikan pelatihan-pelatihan khususnya mengenai perkembangan industri agribisnis dan perbankan agribisnis agar para pejabat memiliki kemampuan dan keahlian yang merata tentang industri ini.

Main purpose of this study was to formulate of business strategy of Agribusiness Banking SBU at Bank Danamon, which is the alternative would give the solution to reach out for corporate vision and corporate objective with done three-step analysis first. They are macro environment and agribusiness banking industry analysis in order to identify opportunity that could be used and threat that should be anticipated, Key Success Factors (KSFs) Identified in Agribusiness Banking industry, and human resource and corporate capabilities analysis in order to identify strengths that could be used and weaknesses that should be eliminated so that could be identify competitive advantage in Agribusiness Banking SBU Development. Analysis method was to be used is qualitative analysis with corporate external environment and competitive industry environment analysis and corporate internal environment analysis. The results of the study showed that the strategy alternative of Agribusiness Banking SBU at Bank Danamon is “Differentiation Focus” in order to have “Unique Value Proposition” if compare with other competitors. This strategy direct to support of reach out for corporate vision and mission is “To Be The Chosen Bank in Small Medium Enterprise and Consumer Sector” with features as follows: First, strategy to increase market share in agribusiness sector, especially in small and medium segment, whether in funding and lending. Second, to change main function of Agribusiness Banking SBU from “Supporting Unit” become “Business Unit” as profit maker for corporate. Third, product financing done by risk approach that based on industry sub sector (because each agribusiness sector have different characteristics and risks) and business explore based on activity.

Kata Kunci : Strategi Bersaing,Keunggulan Kompetitif,Analysis, Competitive Advantage, Strategy, Competitive Strategy, Agribusiness Banking


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.