THE RELATIONSHIP BETWEEN SOCIODEMOGRAPHIC AND KNOWLEDGE WITH THE USE OF VITAMIN D AMONG UNIVERSITAS GADJAH MADA STUDENTS
Leonardo Demas Krisna Satria Wijaya, Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, M.Kes.
2026 | Skripsi | FARMASI
Vitamin D memiliki peran penting dalam kesehatan tulang, fungsi imun, dan kesejahteraan secara keseluruhan, namun defisiensi vitamin D masih menjadi masalah kesehatan global, terutama pada kelompok usia muda. Mahasiswa merupakan populasi yang penting untuk diteliti karena gaya hidup dan latar belakang akademik mereka dapat memengaruhi pengetahuan serta perilaku konsumsi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik sosiodemografis, tingkat pengetahuan, dan perilaku konsumsi vitamin D pada mahasiswa Universitas Gadjah Mada.
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan kuesioner daring yang diisi sendiri oleh responden dan melibatkan 156 mahasiswa. Kuesioner terdiri dari pertanyaan mengenai karakteristik sosiodemografis, pengetahuan terkait vitamin D, serta perilaku konsumsi vitamin D. Data dianalisis dengan uji univariat, bivariat, dan chi-square untuk melihat hubungan antarvariabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,3% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang vitamin D, sementara 71,5% menunjukkan perilaku konsumsi yang baik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa cluster akademik dan pendapatan bulanan berhubungan signifikan dengan perilaku konsumsi vitamin D (p < 0>
Kesimpulannya, pengetahuan, cluster akademik, dan pendapatan merupakan faktor penting yang memengaruhi perilaku konsumsi vitamin D pada mahasiswa Universitas Gadjah Mada, sementara usia dan jenis kelamin tidak berpengaruh secara signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan dan aksesibilitas ekonomi dalam meningkatkan konsumsi vitamin D. Intervensi terarah dari pihak universitas maupun tenaga kesehatan, khususnya apoteker, direkomendasikan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan dan perbedaan sosioekonomi di kalangan mahasiswa.
Vitamin D plays an essential role in bone health, immune function, and overall well-being, yet deficiency remains a global concern, particularly among young adults. University students are an important population to investigate, as their lifestyle and academic background may influence their knowledge and consumption behavior. This study was designed to analyze the relationship between sociodemographic characteristics, knowledge, and vitamin D consumption behavior among Universitas Gadjah Mada students.
A cross-sectional study was conducted using a self-administered online questionnaire distributed to 156 students. The questionnaire consisted of items assessing sociodemographic characteristics, knowledge regarding vitamin D, and consumption behavior. Data were analyzed through univariate, bivariate, and chi-square tests to evaluate the relationship between the studied variables.
The results showed that 63.3% of respondents had good knowledge about vitamin D, while 71.5?monstrated good consumption behavior. Bivariate analysis revealed that academic cluster and monthly income were significantly associated with vitamin D consumption (p < 0>
In conclusion, knowledge, academic cluster, and income are key determinants of vitamin D consumption among Universitas Gadjah Mada students, while age and gender do not significantly influence behavior. These findings emphasize the importance of health education and economic accessibility in promoting adequate vitamin D intake. Targeted interventions by universities and health professionals, especially pharmacists, are recommended to address knowledge gaps and socioeconomic disparities among students.
Kata Kunci : Vitamin D, knowledge, consumption behavior, sociodemographic factors, university students