Analisis Dosis Terapi Kanker Nasofaring Menggunakan Program PHITS 3.35 dengan Metode Boron Neutron Capture Therapy
Galih Nur Cahyani, 1. Dr. Bambang Murdaka Eka Jati, MS. ; Prof. Ir. Yohannes Sardjono, APU
2026 | Skripsi | FISIKA
Telah dilakukan
penelitian simulasi untuk menganalisis dosis terapi kanker nasofaring
menggunakan metode Boron Neutron Capture
Therapy (BNCT) dengan perangkat lunak Particle
Heavy and Ion Transport System (PHITS) versi 3.35. Kanker nasofaring
merupakan salah satu jenis kanker kepala dan leher yang banyak dijumpai di
dunia, dengan jumlah kasus baru mencapai 120434 pada tahun 2022 berdasarkan
data GLOBOCAN, sehingga diperlukan metode terapi yang efektif dan selektif
terhadap jaringan tumor. BNCT merupakan salah satu teknik radioterapi yang
memiliki potensi tinggi karena mampu memberikan dosis radiasi yang besar pada
jaringan kanker dengan paparan minimal pada jaringan sehat di sekitarnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dosis terapi,
menentukan arah penyinaran yang paling efektif, menentukan waktu iradiasi
optimal, serta mengevaluasi konsentrasi boron-10 yang paling optimal pada
terapi kanker nasofaring. Simulasi dilakukan menggunakan model kepala manusia
dengan mempertimbangkan beberapa organ risiko (organ at risk/OAR), yaitu kelenjar saliva kanan dan kiri, mata,
telinga, gigi, dan lidah. Variasi konsentrasi boron yang digunakan adalah 60
µg/g, 90 µg/g, dan 120 µg/g, dengan dua arah penyinaran, yaitu posterior-anterior (PA) dan left-lateral (LLAT). Sumber neutron
termal dimodelkan dengan energi yang sesuai standar BNCT untuk memastikan
interaksi antara neutron dan boron-10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
konsentrasi boron yang paling optimal dalam membunuh sel kanker tanpa
memberikan dosis berlebih pada organ risiko adalah 120 µg/g. Arah penyinaran
yang paling efektif diperoleh pada arah PA dengan waktu iradiasi optimal selama
25 menit 12 sekon. Hasil ini menunjukkan bahwa metode BNCT berpotensi menjadi
terapi yang efektif dan aman untuk terapi kanker nasofaring serta dapat
dijadikan sebagai referensi untuk penelitian lanjutan dan pengembangan
perencanaan terapi BNCT