Laporkan Masalah

Transmigran Semanu Gunungkidul, 1969-1998

MUHAMMAD FAISAL ADNAN, Dr. Farabi Fakih, S.S., M. Phil.

2026 | Skripsi | ILMU SEJARAH

Penyelenggaraan transmigrasi di Kabupaten Gunungkidul melibatkan perpindahan penduduk dari Semanu ke lokasi penempatan di luar pulau sebagai upaya memperoleh penghidupan yang lebih layak. Program ini mencakup sosialisasi, pendaftaran, seleksi calon transmigran, pelatihan, hingga keberangkatan ke daerah penempatan. Selama menetap, transmigran menyesuaikan diri dengan kondisi alam, tatanan sosial, serta aktivitas ekonomi lokal. Perbedaan kondisi alam, sosial-budaya, dan ekonomi antar lokasi penempatan menghasilkan pengalaman adaptasi yang kompleks, sekaligus memengaruhi keputusan transmigran untuk menetap atau kembali ke Semanu. Masyarakat Semanu tetap menjaga hubungan dengan transmigran yang menetap, membentuk jaringan sosial yang menjembatani komunitas yang terpisah oleh jarak dan kondisi berbeda. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan sumber primer berupa wawancara lisan dari dua puluh narasumber, serta sumber sekunder yang mencakup arsip pemerintah, laporan instansi, dan media cetak. Pendekatan ini memungkinkan penelusuran kronologis proses transmigrasi, mulai dari pengenalan program, keberangkatan, adaptasi, hingga fase akhir transmigran. Hasil penelitian menggambarkan perubahan sosial, ekonomi, dan interaksi budaya yang terjadi, sekaligus menyoroti kompleksitas strategi adaptasi dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap keberhasilan transmigran.

The implementation of the transmigration programme in Gunungkidul Regency involved the relocation of residents from Semanu to settlement areas on other islands in pursuit of improved livelihoods. The programme encompassed community outreach, registration, selection of prospective transmigrants, training, and subsequent departure to the designated locations. While residing in the new settlements, transmigrants adapted to local environmental conditions, social structures, and economic activities. Variations in physical, socio-cultural, and economic conditions across settlement areas produced complex adaptation experiences, simultaneously influencing transmigrants’ decisions to remain or return to Semanu. Residents of Semanu maintained connections with those who settled elsewhere, forming social networks that bridged communities separated by distance and differing circumstances. The study adopts a historical research methodology, drawing on primary sources in the form of oral history interviews with twenty informants, as well as secondary sources including government archives, institutional reports, and print media. This approach enables a chronological reconstruction of the transmigration process, from programme introduction and departure to adaptation and the final stages of transmigrant experience. The findings illustrate the social, economic, and cultural transformations generated by the transmigration programme, while highlighting the complexity of adaptation strategies and the influence of environmental conditions on transmigrant outcomes.

Kata Kunci : Transmigrasi, Semanu, Adaptasi, Penempatan, PELITA

  1. S1-2026-460084-abstract.pdf  
  2. S1-2026-460084-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-460084-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-460084-title.pdf