Laporkan Masalah

Tarot sebagai Medium Pembentukan Makna dalam Perspektif Hermeneutika Hans-Georg Gadamer

VANIA SHINTA DYAS WIJAYANTI, Dr. M. Rodinal Khair Khasri, S.Fil., M.Phil.; Dr. Drs. Mustofa Anshori Lidinillah, M.Hum.

2026 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa Tarot sering direduksi sebagai aktivitas ramalan yang bersifat deterministik. Melalui perspektif hermeneutika Hans-Georg Gadamer, penelitian ini menunjukkan bahwa Tarot bukan sekadar perangkat prediktif, melainkan medium yang memfasilitasi proses pemahaman yang bersifat dialogis, simbolis, dan historis. Penelitian ini menelaah bagaimana simbol-simbol dalam Tarot, tradisi penafsirannya, serta dinamika interaksi antara pembaca dan querent membentuk ruang pemaknaan yang kaya dan terbuka terhadap transformasi diri.

Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif-analitis dengan landasan hermeneutika Bakker & Zubair, terdiri atas tahap deskripsi, interpretasi, dan heuristika. Objek material penelitian ini meliputi kartu Tarot, literatur mengenai sejarah, struktur, dan simbolisme Tarot, serta praktik pembacaan Tarot yang diamati secara langsung. Objek formalnya adalah konsep-konsep hermeneutika Gadamer seperti Vorurteil, tradisi, Spiel, bahasa, dialog, Erfahrung, dan Bildung. Analisis dilakukan dengan membandingkan struktur filosofis penafsiran Gadamer dengan pola yang muncul dalam praktik pembacaan kartu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Tarot merupakan peristiwa pemahaman hermeneutis yang tidak dapat dilepaskan dari tradisi simbolis yang membentuknya. Simbol-simbol kartu bertindak sebagai pemanggil makna yang mengundang pembaca dan querent masuk ke dalam permainan hermeneutis (Spiel) yang menuntut partisipasi dan keterbukaan. Prasangka awal kedua pihak menjadi bagian penting dari proses pemahaman yang berkembang. Melalui dialog dan interaksi dengan simbol, terjadi fusi horizon triadik antara horizon historis kartu, horizon pembaca, dan horizon querent. Perjumpaan ini memungkinkan munculnya pengalaman pemahaman yang bersifat transformatif (Erfahrung), sekaligus membuka ruang bagi proses pembentukan diri (Bildung) yang lebih reflektif. Penelitian ini menegaskan bahwa Tarot merupakan medium hermeneutis yang secara spesifik bekerja sebagai katalis pemahaman, karena ia menciptakan jarak dari subjektivitas awal pembaca maupun querent, memaksa keduanya memasuki percakapan dengan simbol, lalu membuka kemungkinan makna baru yang sebelumnya belum tersedia.

This research departs from the observation that Tarot is often reduced to a deterministic divinatory practice. Through the lens of Hans-Georg Gadamer’s hermeneutics, this study demonstrates that Tarot is not merely a predictive instrument, but a medium that facilitates a dialogical, symbolic, and historically situated process of understanding. The research examines how the symbols within Tarot, its interpretive tradition, and the interactive dynamics between reader and querent together shape a rich interpretive space that remains open to self-transformation.

The method employed is a descriptive-analytical qualitative study grounded in the hermeneutic framework of Bakker & Zubair, consisting of the stages of description, interpretation, and heuristics. The material object of this research includes Tarot cards, literature on the history, structure, and symbolism of Tarot, as well as firsthand observation of Tarot reading practices. Its formal object comprises Gadamerian hermeneutic concepts such as Vorurteil, tradition, Spiel, language, dialogue, Erfahrung, and Bildung. The analysis proceeds by comparing the philosophical structure of Gadamer’s interpretive model with the patterns emerging within the practice of Tarot reading.

The findings indicate that Tarot reading constitutes a hermeneutic event of understanding that cannot be separated from the symbolic tradition that shapes it. The symbols of the cards function as meaning-inviting elements that draw both reader and querent into a hermeneutic play (Spiel) that demands participation and openness. The initial prejudices (Vorurteil) of both parties form an essential component of the evolving interpretive process. Through dialogue and interaction with the symbols, a triadic fusion of horizons emerges—between the historical horizon of the cards, the reader’s horizon, and the querent’s. This encounter enables a transformative experience of understanding (Erfahrung) while simultaneously opening space for a more reflective process of self-formation (Bildung). The study thus affirms that Tarot operates as a hermeneutic medium that functions specifically as a catalyst of understanding, creating distance from the initial subjectivities of both reader and querent, compelling them to engage with the symbolic language of the cards, and thereby opening possibilities of meaning previously unavailable.

Kata Kunci : hermeneutika, Hans-Georg Gadamer, Tarot, simbol, dialog, Spiel, Erfahrung, Bildung, fusi horizon, querent.

  1. S1-2026-454965-abstract.pdf  
  2. S1-2026-454965-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-454965-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-454965-title.pdf