Kepatuhan dan Pola Interaksi dalam Penjualan Obat Orlistat oleh Apotek di Tokopedia Menggunakan Mystery Shopper
Wina Widiartaya, apt. Fathul Muin, M.Pharm.
2026 | Skripsi | FARMASI
Orlistat merupakan Obat Keras yang penggunaannya dibatasi dan hanya dapat diberikan dengan resep dokter. Adanya perkembangan e-commerce di Indonesia membuka peluang peredaran obat yang lebih luas, tetapi berpotensi menimbulkan penyimpangan terhadap regulasi, termasuk dalam penjualan obat orlistat. Kondisi ini diperburuk dengan adanya kenaikan prevalensi obesitas dan tren penurunan berat badan instan yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepatuhan apotek yang berlokasi di Provinsi DKI Jakarta dalam penjualan obat orlistat dan pola interaksi pihak apotek daring dengan pembeli dalam meminta resep atau skrining melalui platform e-commerce Tokopedia.
Penelitian ini dilakukan dengan metode simulasi pembelian obat (mystery shopper) menggunakan alur skenario yang telah ditetapkan sebelumnya: (i) tanpa resep, (ii) dengan menyebutkan riwayat penggunaan obat sebelumnya, dan (iii) menggunakan resep tidak valid. Dari simulasi yang dilakukan, diperoleh empat kategori kepatuhan dalam menjual obat keras: sangat tidak patuh, tidak patuh, kurang patuh, dan patuh. Analisis terhadap hasil dilakukan secara kualitatif sehingga didapatkan penjelasan terkait dengan kepatuhan apotek daring domisili DKI Jakarta dan pola interaksi terkait permintaan dan skrining resep yang terjadi antara pihak apotek dan pembeli.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 sampel apotek daring berdomisili DKI Jakarta pada e-commerce Tokopedia yang menjual produk obat keras orlistat, terdapat 15 (41,7%) apotek berkategori sangat tidak patuh, 5 (13,8%) apotek berkategori tidak patuh, 11 (30,6%) apotek berkategori kurang patuh, dan 5 (13,8%) apotek berkategori patuh. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, juga diketahui bahwa hanya 2 dari 36 sampel apotek daring yang secara aktif meminta pembeli menyiapkan resep valid selama interaksi terjadi. Adapun skrining resep tidak dilakukan oleh apotek kategori kurang patuh dan tidak dapat dipastikan apakah skrining resep dilakukan oleh apotek daring berkategori patuh. Oleh karena itu, masih diperlukan evaluasi dalam pelaksanaan jual beli obat melalui sistem daring oleh berbagai pihak.
Orlistat is a prescription-only medicine whose use is restricted and may only be dispensed with a doctor’s prescription. The development of e-commerce in Indonesia has created opportunities for wider distribution of medicines, but it also poses the risk of regulatory violations, including in the sale of orlistat. This condition is exacerbated by the increasing prevalence of obesity and the trend toward instant weight loss in Indonesia. This study was conducted to determine the compliance of pharmacies located in the DKI Jakarta Province in selling orlistat and to examine the interaction patterns between online pharmacies and buyers in requesting prescriptions or conducting screening through the Tokopedia e-commerce platform.
This study employed a simulated purchase (mystery shopper) method using predefined scenario flows: (i) without a prescription, (ii) by mentioning a history of prior use of the medicine, and (iii) using an invalid prescription. From the simulations, four categories of compliance in selling prescription-only medicines were identified: very non-compliant, non-compliant, less compliant, and compliant. The results were analyzed qualitatively to obtain explanations regarding the compliance of online pharmacies domiciled in DKI Jakarta and the interaction patterns related to prescription requests and screening that occurred between pharmacies and buyers.
The results showed that among 36 online pharmacy samples domiciled in DKI Jakarta on the Tokopedia e-commerce platform that sold the prescription-only medicine orlistat, 15 (41.7%) pharmacies were categorized as very non-compliant, 5 (13.8%) as non-compliant, 11 (30.6%) as less compliant, and 5 (13.8%) as compliant. Based on the findings, it was also found that only 2 out of 36 online pharmacy samples actively requested buyers to provide a valid prescription during the interaction. Prescription screening was not conducted by pharmacies in the less compliant category, and it could not be ascertained whether prescription screening was carried out by pharmacies categorized as compliant. Therefore, further evaluation is still needed in the implementation of online medicine sales by various stakeholders.
Kata Kunci : Apotek daring, kepatuhan, pola interaksi, mystery shopper, obat keras, orlistat