Strategi Tiongkok dalam Pemanfaatan Teknologi Antariksa untuk Kepentingan Sipil-Militer : Masa Pemerintahan Xi Jinping
NI PUTU AYU DIVA WIANDA PUTRI, Dr. Muhammad Rum, S.I.P., I.M.A.S
2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Perkembangan teknologi antariksa Tiongkok yang cukup pesat, khususnya di bawah pemerintahan Xi Jinping, dipahami telah menarik perhatian, khususnya karena penggunaan teknologi luar angkasa yang tumpang tindih, tidak hanya untuk kepentingan sipil, tetapi juga peningkatan kekuatan militer. Meskipun Tiongkok mempromosikan prinsip eksplorasi ruang angkasa secara damai dengan konsisten, inovasi teknologi luar angkasa dengan kemampuan ganda kemudian menimbulkan kekhawatiran dan persaingan. Proses analisis dalam penelitian ini lebih lanjut mengadopsi teori realisme neo-klasik untuk menganalisis, tidak hanya memandang kebijakan dan tindakan Tiongkok di ruang angkasa semata-mata sebagai pengembangan teknologi yang damai, penelitian ini mengkaji faktor yang mendorong tindakan ofensif Tiongkok di antariksa sebagai pilihan yang dibentuk oleh dinamika eksternal, persepsi pemimpin, dan faktor domestik yang dinilai perlu diperhatikan untuk mengetahui motivasi di balik kebijakan atau tindakan suatu negara. Analisis menunjukkan bagaimana faktor eksternal, yaitu peluang, ancaman, dan ketidakpastian dalam sistem akibat dilema keamanan serta kompetisi dengan Amerika Serikat sebagai rival strategis telah mendorong Tiongkok untuk mengembangkan teknologi luar angkasa dengan fungsi ganda. Tidak hanya itu, persepsi Xi Jinping sebagai pemimpin, ambisi nasional, keterlibatan institusi dan politik domestik, serta institusi militer, dipahami juga berperan penting dalam ambisi Tiongkok dalam memanfaatkan luar angkasa sebagai domain strategis dan membentuk prestise Tiongkok sebagai kekuatan utama teknologi, militer, dan antariksa global yang independen.
China's rapid growth in space technology development, particularly under President Xi Jinping's administration, has drawn attention due to its overlapping use of space technology, not only for civilian purposes but also for military power enhancement. Although China consistently promotes the principle of peaceful use of outer space, innovations in space technology with dual capabilities have subsequently raised concerns and competition. The further analysis process in this study adopts the theory of neo-classical realism to analyze, not only viewing China's policies and actions in space solely as peaceful technological development, this study examines the factors that driving China's offensive actions in space as choices shaped by external dynamics, leaders' perceptions, and domestic factors that are considered to understand the motivations behind a country's policies or actions. The analysis shows how external factors, namely opportunities, threats, and uncertainties in the international system due to security dilemmas and competition with the United States as a strategic rival, have encouraged China to develop space technology with dual functions. Not only that, the perception of Xi Jinping as a leader, national ambition, the involvement of domestic institutions and politics, as well as military institutions, are understood to also strengthen China's ambition to utilize space as a strategic domain and shape China's prestige as a major independent global technological, military, and space power.
Kata Kunci : Teknologi Antariksa Tiongkok, Penggunaan Sipil-Militer, Xi Jinping, Realisme Neo-klasik