Laporkan Masalah

Kesenjangan Pengetahuan Lingkungan dalam Tata Kelola Yurisdiksi (Studi Kasus Program CSR Kampung Kopi Konservasi oleh PT PLN Indonesia Power UBP Mrica)

Kausalia Zahra Indira, Bahruddin, S.Sos., M.Si., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Waduk Mrica merupakan aset penting pembangkit listrik nasional yang menghadapi masalah sedimentasi serius akibat praktik pertanian di hulu yang kurang memperhatikan kelestarian lingkungan. Permasalahan ini memerlukan tata kelola kolaboratif melalui pendekatan multi-stakeholder. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola kolaborasi antar-stakeholder pada Program Kampung Kopi Konservasi oleh PT PLN Indonesia Power UBP Mrica dalam pengelolaan sedimentasi hilir DAS Serayu. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan fokus pada peran pengetahuan lingkungan dalam implementasi Creating Shared Value (CSV) dan pengaruhnya terhadap efektivitas tata kelola kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan lingkungan antaraktor yang memengaruhi efektivitas kolaborasi. Selain itu, PT PLN Indonesia Power UBP Mrica berperan dominan dalam tata kelola lingkungan karena menurunnya keterlibatan pemerintah meskipun telah terdapat forum bersama, sehingga kolaborasi menjadi tidak seimbang. Penelitian ini merekomendasikan studi lintas kasus untuk menemukan pola keberhasilan dan tantangan dalam praktik tata kelola kolaboratif program CSR konservasi di wilayah lain.

Mrica Reservoir is a vital national power generation asset facing severe sedimentation caused by unsustainable upstream agricultural practices. Addressing this issue requires collaborative governance through a multi-stakeholder approach. This study aims to analyze the collaborative governance among stakeholders in the Kampung Kopi Konservasi Program initiated by PT PLN Indonesia Power UBP Mrica in managing sedimentation in the lower Serayu Watershed. A descriptive case study method was employed to explore how stakeholders’ environmental knowledge contributes to the implementation of Creating Shared Value (CSV) and affects the effectiveness of collaborative governance. The findings reveal gaps in environmental knowledge among stakeholders that influence collaboration effectiveness. Moreover, PT PLN Indonesia Power UBP Mrica plays a dominant role in environmental governance due to the declining involvement of government actors despite an existing joint forum, resulting in unbalanced collaboration. The study recommends cross-case research to identify success patterns and challenges in collaborative governance practices of CSR-based conservation programs in other regions.

Kata Kunci : kolaborasi multi-stakeholder, environmental knowledge, CSV, sedimentasi, Waduk Mrica

  1. S1-2025-472946-abstract.pdf  
  2. S1-2025-472946-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-472946-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-472946-title.pdf