Pengaruh Ketimpangan Pendapatan terhadap Transisi Energi Terbarukan di ASEAN-5
RANISA RAHMAWATI, Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand.Oecon., Ph.D.
2026 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Transisi energi terbarukan diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mendorong sistem energi yang lebih berkelanjutan. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi proses transisi adalah ketimpangan pendapatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ketimpangan pendapatan, pendapatan nasional, konsumsi energi fosil, dan keterbukaan perdagangan terhadap transisi energi terbarukan di ASEAN-5 periode 1992-2021 menggunakan model model Cross-Sectionally Augmented Autoregressive Distributed Lag (CS-ARDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan dan konsumsi energi fosil berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konsumsi energi terbarukan. Adapun pendapatan nasional per kapita dan keterbukaan perdagangan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor struktural, khususnya ketimpangan pendapatan dan dominasi energi fosil, berperan dalam menghambat transisi energi terbarukan di ASEAN-5. Oleh karena itu, kebijakan transisi energi perlu dirancang secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek distribusi pendapatan dan struktur konsumsi energi agar dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.
The transition to renewable energy is necessary to reduce dependence on fossil fuels and promote a more sustainable energy system. One factor that can influence the transition process is income inequality. The purpose of this study is to analyze the effect of income inequality, national income, fossil fuel consumption, and trade openness on the renewable energy transition in ASEAN-5 for the period 1992-2021 using the Cross-Sectionally Augmented Autoregressive Distributed Lag (CS-ARDL) model. The results show that income inequality and fossil fuel consumption have a negative and significant effect on renewable energy consumption. Meanwhile, national income per capita and trade openness do not show a significant effect. These findings indicate that structural factors, particularly income inequality and the dominance of fossil energy, play a role in hindering the transition to renewable energy in ASEAN-5. Therefore, energy transition policies need to be designed comprehensively by considering aspects of income distribution and energy consumption structure in order to be inclusive and sustainable.
Kata Kunci : transisi energi, konsumsi energi terbarukan, ketimpangan pendapatan