Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA SENSITISASI ALERGEN MAKANAN TERHADAP KOMORBID RINITIS ALERGI PADA PASIEN ANAK DENGAN ASMA

Sanevanie Irbah Hendrana, dr. Sumadiono, Sp.A(K); Dr. dr. RR. Ratni Indrawanti, Sp.A(K); dr. Suryono Yudha Patria, Sp.A(K), Ph.D

2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang Asma merupakan inflamasi kronis pada saluran napas bagian bawah yang ditandai dengan sesak napas, nyeri dada, dan batuk yang umumnya semakin parah pada malam hari. Sensitisasi alergen makanan merupakan hipersensitivitas terhadap protein makanan yang dimediasi IgE spesifik. Alergi makanan dapat menjadi faktor prognosis asma. Rinitis alergi adalah inflamasi lokal pada mukosa hidung dengan gejala utama berupa bersin, rinorea, hidung tersumbat, dan gatal pada hidung. Asma adalah faktor risiko rinitis alergi, begitu pula sebaliknya. 

Tujuan Untuk mengetahui hubungan antara sensitisasi alergen makanan terhadap komorbid rinitis alergi pada pasien anak dengan asma. 

Metode Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dengan data sekunder yang diambil dari penelitian utama yang berjudul “Luaran dari Imunoterapi pada Asma”. Subjek penelitian merupakan pasien anak di Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta yang terdiagnosis asma. Status sensitisasi alergen dan status komorbid rinitis alergi didapatkan melalui data sekunder. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Pearson’s Chi-square untuk menganalisis hubungan kedua variabel. 

Hasil Dari 51 subjek penelitian yang memiliki asma, sebanyak 30 subjek tersensitisasi alergen makanan dan 22 di antaranya memiliki komorbid rinitis alergi. Analisis bivariat menunjukkan bahwa sensitisasi alergen makanan tidak memiliki hubungan dengan komorbid rinitis alergi pada pasien anak dengan asma (p value = 0,123; OR = 2,500; CI 95% = 0,770—8,121). 

Kesimpulan Tidak terdapat hubungan antara sensitisasi alergen makanan dengan kejadian komorbid rinitis alergi pada anak dengan asma. 

Background Asthma is a chronic lower respiratory tract inflammation characterized by shortness of breath, chest pain, and coughing that worsens at night. Food allergen sensitization is a hypersensitivity to food proteins mediated by specific IgE. Food allergy can be a prognostic factor for asthma. Allergic rhinitis is a nasal mucosa local inflammation with the main symptoms being sneezing, rhinorrhea, nasal congestion, and itching of the nose. Asthma is a risk factor for allergic rhinitis, and vice versa. 

Objective To determine the relationship between food allergen sensitization and comorbid allergic rhinitis in pediatric patients with asthma. 

Method This study used a cross sectional method with secondary data taken from the main study entitled "Luaran dari Imunoterapi pada Asma". The subjects of the study were pediatric patients at Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta who were diagnosed with asthma. The status of food allergen sensitization and allergic rhinitis comorbidities were obtain from secondary data. The data were analyzed using the Pearson’s Chi-square test to analyze the relationship between the two variables. 

Result Among 51 subjects with asthma, 30 were sensitized to food allergens, whilst 22 of them had allergic rhinitis comorbid. Bivariate analysis showed that food allergen sensitization was not associated with the allergic rhinitis comorbid in pediatric patients with asthma (p value = 0.123; OR = 2.500; 95% CI = 0.770–8.121). 

Conclusion There is no correlation between food allergen sensitization and allergic rhinitis comorbid in pediatric with asthma. 

Kata Kunci : asma, anak, sensitisasi, makanan, komorbid, rinitis alergi

  1. S1-2026-504759-abstract.pdf  
  2. S1-2026-504759-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-504759-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-504759-title.pdf