MODEL PENALARAN BERBASIS KASUS UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT ABSES GIGI
Deliyana Siagian, Dr. Sri Mulyana M. Kom
2026 | Tesis | S2 Ilmu Komputer
Abses gigi merupakan salah satu
permasalahan kesehatan gigi dan mulut dengan prevalensi tinggi di Indonesia.
Karakteristik gejala antarjenis abses yang saling tumpang tindih sering kali
menyulitkan proses diagnosis awal secara tepat, terutama pada kondisi dengan
keterbatasan akses terhadap pakar dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk
melakukan pemeriksaan dini. Oleh karena itu, diperlukan model penalaran
komputasional yang mampu meniru pola berpikir pakar dalam mengenali kemiripan
gejala antar kasus.
Penelitian ini mengembangkan model
diagnosis penyakit abses gigi berbasis Case-Based Reasoning (CBR) dengan
algoritma Nearest Neighbor (NN) untuk menentukan tingkat kemiripan antar
kasus berdasarkan nilai similaritas antar fitur. Algoritma NN digunakan karena
mampu mengukur kesamaan pola secara terukur dengan mempertimbangkan bobot
fitur, sehingga proses diagnosis dapat dilakukan secara objektif, konsisten,
dan adaptif terhadap penambahan kasus baru. Model dibangun menggunakan 116 data
rekam medis pasien yang mencakup empat fitur utama usia, jenis kelamin, gejala
klinis, dan faktor risiko dengan pembobotan ditentukan berdasarkan penilaian
pakar. Proses penalaran mengikuti empat tahap utama, yaitu retrieve, reuse,
revise, dan retain, sedangkan pengujian dilakukan pada tiga mode
algoritma (1NN, 3NN, dan 5NN) untuk menganalisis pengaruh jumlah tetangga
terdekat terhadap kinerja diagnosis sistem.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa model mencapai akurasi 100% pada 24 data uji dari basis kasus, serta 70,96% pada mode 1NN dan 3NN, dan meningkat menjadi 80,64% pada mode 5NN terhadap 31 data baru yang disusun mandiri dan telah divalidasi pakar. Nilai rata-rata precision sebesar 0,76, recall sebesar 0,83, dan F1-score sebesar 0,79 menegaskan bahwa peningkatan jumlah tetangga terdekat memberikan pengaruh positif terhadap stabilitas dan keseimbangan hasil diagnosis. Dengan demikian, model CBR–NN yang dikembangkan mampu merepresentasikan pengetahuan pakar secara komputasional serta mendukung diagnosis awal penyakit abses gigi secara akurat, konsisten, dan adaptif terhadap penambahan kasus baru.
Dental abscesses are a highly prevalent
oral health problem in Indonesia. The overlapping characteristics of symptoms
between different types of abscesses often complicate accurate initial
diagnosis, especially in settings with limited access to experts and low public
awareness of early screening. Therefore, a computational reasoning model
capable of mimicking expert reasoning patterns in recognizing symptom
similarities between cases is needed.
This study developed a case-based
reasoning (CBR) diagnostic model for dental abscesses using the Nearest
Neighbor (NN) algorithm to determine the level of similarity between cases
based on feature similarity values. The NN algorithm was used because it can
quantify pattern similarity by considering feature weights, allowing the
diagnosis process to be objective, consistent, and adaptive to the addition of
new cases. The model was built using 116 patient medical records covering four
key features—age, gender, clinical symptoms, and risk factors—with weighting
determined based on expert assessment. The reasoning process follows four main
stages: retrieve, reuse, revise, and retain. Testing was conducted on three
algorithm modes (1NN, 3NN, and 5NN) to analyze the effect of the number of
nearest neighbors on the system's diagnostic performance.
Test results showed that the model
achieved 100?curacy on 24 test data sets from the case base, 70.96% in the
1NN and 3NN modes, and increased to 80.64% in the 5NN mode on 31 new data sets
independently compiled and validated by experts. The average precision of 0.76,
recall of 0.83, and F1-score of 0.79 confirmed that increasing the number of
nearest neighbors positively impacted the stability and balance of diagnostic
results. Thus, the developed CBR–NN model is capable of computationally
representing expert knowledge and supporting the initial diagnosis of dental
abscess accurately, consistently, and adaptively to new cases.
Kata Kunci : Case-Based Reasoning, Nearest Neighbor, abses gigi, sistem pakar, diagnosis.