SIMULASI NUMERIK PENGARUH WAKTU MULAI INJEKSI, JUMLAH LUBANG INJEKSI, DAN SUDUT SERANG INJEKSI TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBAKARAN MOTOR DIESEL
Adian Aristia A, Dr. Eng. Tri Agung Rohmat., B. Eng., M.Eng
2012 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINPada mesin diesel proses pembakaran tidak menggunakan spark atau busi seperti halnya mesin bensin, akan tetapi memanfaatkan tekanan dan temperatur udara yang sangat tinggi dari proses kompresi (compression stroke). Rasio kompresi pada mesin diesel berkisar antara 12 – 24, oleh karena itu mesin diesel disebut juga dengan Compression Ignition (CI) Engine. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa awal mulai injeksi terbaik adalah bahan bakar diinjeksikan pada saat 120 BTDC. Hal in disebabkan karena tekanan dan temperatur ruang bakar pada saat awal injeksi masih rendah, maka distribusi pembakaran yang dihasilkan akan lebih menyebar dan temperatur dan tekanan rata – rata ruang bakar yang dihasilkan pada saat TDC akan lebih tinggi. Tekanan akibat pembakaran yang lebih tinggi menunjukkan tenaga yang lebih besar untuk mendorong piston kembali ke BDC. Jumlah lubang injeksi terbaik adalah pada injektor dengan nosel 4 hole karena bahan bakar yang diinjeksikan akan lebih merata dan distribusi pembakaran yang dihasilkan akan lebih merata di dalam silnder. Hasil dari penelitian juga menunjukkan bahwa sudut serang injeksi yang digunakan pada multi-hole injection terbaik adalah pada injektor dengan sudut serang 100 karena injektor dengan sudut serang yang lebih besar, penyebaran bahan bakar yang diinjeksikan akan lebih menyebar dan distribusi pembakaran di dalam silnder yang dihasilkan akan lebih melebar.
Kata Kunci : compression ignition, injeksi, AFR, multi-hole injection, Fluent.