GOVERNANCE DALAM PROGRAM "SUMPAH BERUANG" DI TPA BERBASIS LINGKUNGAN DAN EDUKASI (BLE) BANYUMAS
Diffa Mutiara Rachmawati, Dr. Subando Agus Margono
2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola (governance) Program “Sumpah Beruang” di Kabupaten Banyumas dengan menekankan bagaimana praktik Good Governance, relasi antaraktor, dan penciptaan nilai publik berkontribusi pada efektivitas program. Berbeda dengan pemahaman governance yang bersifat normatif dan berorientasi pada daftar indikator, penelitian ini memaknai governance sebagai proses sosial yang lahir dari interaksi, koordinasi, kolaborasi, dan pembagian peran antara DLHK, UPT TPA BLE, pemerintah desa, KSM, dan masyarakat.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Good Governance dalam program ini tidak muncul sebagai aturan formal, tetapi sebagai praktik yang terbentuk dari relasi antar-aktor, terutama melalui transparansi informasi, responsivitas dalam penyelesaian masalah teknis, efektivitas koordinasi, serta partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah. Praktik tersebut kemudian menghasilkan nilai publik (public value) berupa perubahan perilaku masyarakat, peningkatan manfaat ekonomi melalui insentif sampah, serta penguatan nilai lingkungan melalui pengurangan residu dan peningkatan daur ulang.
Nilai publik yang tercipta menunjukkan bahwa governance Program Sumpah Beruang berjalan secara efektif karena mampu membangun kepercayaan masyarakat, memperkuat kolaborasi, dan menjaga konsistensi implementasi di tingkat desa. Efektivitas program tidak hanya diukur melalui capaian teknis, tetapi juga dari kemampuan tata kelola menghasilkan nilai yang dirasakan dan dipertahankan oleh publik. Penelitian ini menegaskan bahwa governance dalam program pengelolaan sampah harus dipahami sebagai proses kolaboratif yang menciptakan manfaat jangka panjang, keberlanjutan, bukan sekadar pemenuhan indikator administratif.
This study aims to analyze the governance of the “Sumpah Beruang” waste management program in Banyumas Regency by examining how Good Governance practices, actor relations, and the creation of public value contribute to the program’s overall effectiveness. Rather than viewing governance as a set of normative indicators, this study conceptualizes governance as a social process emerging from interaction, coordination, collaboration, and role-sharing among DLHK, UPT TPA BLE, village governments, community waste banks (KSM), and local residents.
Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that Good Governance practices in this program arise organically from actor relations particularly through information transparency, responsiveness to technical challenges, effective coordination, and active community participation in waste sorting. These practices generate public value in the form of behavioral change, economic benefits from waste incentives, and strengthened environmental awareness, as reflected in reduced waste residue and increased recycling initiatives.
The creation of public value demonstrates that the governance of the “Sumpah Beruang” Program operates effectively, as it builds public trust, enhances collaboration, and maintains consistent implementation at the village level. Therefore, program effectiveness is measured not only by technical outcomes but also by the governance system’s ability to produce and sustain value for the community. This study highlights that governance in waste management programs should be understood as a collaborative process that generates long-term public benefits, rather than merely fulfilling administrative indicators.
Kata Kunci : Governance, Good Governance, Public Value, Pengelolaan Sampah, Sumpah Beruang, Banyumas