Laporkan Masalah

Efisiensi Alokatif Usaha Tani Bayam di Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor

Malvin Nugraha, Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.;Arini Wahyu Utami, M.Sc., Ph. D.

2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Penelitian bertujuan untuk (1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha tani bayam; (2) menganalisis efisiensi alokatif usaha tani bayam; (3) mengetahui kelayakan usaha tani bayam di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling terhadap 50 petani yang melakukan panen pada tahun 2023. Penelitian dilakukan pada bulan Juni tahun 2024. Faktor faktor yang mempengaruhi produksi dianalisis menggunakan model regresi linear berganda dengan model regresi yang dapat menghasilkan estimasi yang tidak bias (Best Linear Unbiased Estimator) dengan signifikansi sebesar 91,9 persen. Efisiensi alokatif faktor faktor produksi dianalisis dengan indeks efisiensi alokatif (k). Hasil penelitian menunjukan penggunaan pupuk urea tidak efisien dengan Ki<1 urea=-8.70)>1 ( Ki luas lahan=58,00). Kelayakan usaha tani bayam dianalisis dengan penghitungan Revenue to Cost Ratio (R/C rasio). Hasil penelitan diperoleh rerata total penerimaan usahatani bayam tahun 2023 sebesar 75,58 juta rupiah dan rerata total biaya untuk usahatani bayam sebesar 29,82 juta rupiah. Dengan demikian diperoleh R/C rasio sebesar 2,53. Hasil penelitian ini menunjukkan usahatani bayam di kecamatan Kemang kabupaten Bogor adalahkegiatan agribisnis yang layak dan potensial. 

The study aims to (1) analyze the factors that influence spinach farming production; (2) analyze the allocative efficiency of spinach farming; (3) determine the feasibility of spinach farming in Kemang Sub-District, Bogor Regency. The sampling method was purposive sampling of 50 farmers who harvested in 2023. The study was conducted in June 2024. Factors that influence production were analyzed using a multiple linear regression model with a regression model that can produce unbiased estimates (Best Linear Unbiased Estimator) with a significance of 91,9 percent. The allocative efficiency of production factors was analyzed using the allocative efficiency index (k). The results showed that the use of urea fertilizer was inefficient with Ki <1 xss=removed> 1 (Ki land area = 58,00). The feasibility of spinach farming was analyzed by calculating the Revenue to Cost Ratio (R/C ratio). The research results showed that the average total revenue from spinach farming in 2023 was 75,58 million rupiah, and the average total costs were 29,82 million rupiah. This resulted in a R/C ratio of 2,53. These results indicate that spinach farming in Kemang Sub-District, Bogor Regency, is a viable and potential agribusiness.

Kata Kunci : Usaha tani bayam, faktor produksi, efisiensi alokatif

  1. S1-2026-442690-abstract.pdf  
  2. S1-2026-442690-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-442690-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-442690-title.pdf