Hubungan Fungsi Keluarga dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia Berdasarkan Persepsi Keluarga di RSJ Grhasia DIY
Mukarramah Ayu Winasis, Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes.; Yonni Prianto, S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.Kep.J
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis dengan risiko kekambuhan yang tinggi dan berdampak pada penurunan fungsi sosial pasien. Kekambuhan pasien dipengaruhi oleh faktor klinis serta keterlibatan keluarga dalam perawatan di rumah. Penelitian mengenai hubungan fungsi keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia masih terbatas.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan fungsi keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia berdasarkan persepsi keluarga di RSJ Grhasia DIY.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden berjumlah 62 keluarga dari pasien skizofrenia yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan pada November-Desember 2025 di rawat jalan RSJ Grhasia DIY. Fungsi keluarga diukur menggunakan Family Assessment Device dan kekambuhan pasien ditentukan berdasarkan riwayat rawat inap sesuai data rekam medis pasien. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara fungsi keluarga dan kekambuhan pasien skizofrenia (p=0,029) dengan kekuatan hubungan sedang (?=0,347). Adapun untuk setiap dimensinya juga memiliki korelasi dengan kekambuhan pasien, meliputi pemecahan masalah (p=0,011), peran (p=0,005), komunikasi (p=0,002), responsivitas afektif (p=0,014), keterlibatan afektif (p=0,008), kontrol perilaku (p=0,026), dan fungsi umum (p=0,004).
Kesimpulan: Fungsi keluarga pada keluarga pasien skizofrenia yang pernah menjalani rawat inap di RSJ Grhasia tergolong baik dan sebagian besar pasien berada pada kategori tidak kambuh. Terdapat hubungan signifikan antara fungsi keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia yang pernah menjalani rawat inap di RSJ Grhasia.
Background: Schizophrenia is a chronic mental disorder with a high risk of relapse and impacts patients'social functioning. Relapse is influenced by clinical factors and family involvement in home care. Research on the relationship between family functioning and relapse in patients with schizophrenia is limited.
Objective: This study aims to analyze the relationship between family function and relapse in schizophrenia patients based on family perceptions at Grhasia Mental Hospital, DIY.
Method: This study was a quantitative cross-sectional study. Respondents were 62 families of schizophrenia patients selected using consecutive sampling. Data collection was conducted in November-December 2025 at the outpatient clinic of Grhasia Mental Hospital, Yogyakarta. Family function was measured using the Family Assessment Device, and patient relapse was determined based on hospitalization history as recorded in the patient's medical record. Data analysis was performed using SPSS with the Chi-Square test.
Result: The results showed a significant relationship between family function and relapse in schizophrenia patients (p=0,029) with a moderate strength of relationship (?=0,347). Each dimension also had a correlation with patient relapse, including problem solving (p=0,011), role (p=0,005), communication (p=0,002), affective responsiveness (p=0,014), affective involvement (p=0,008), behavioral control (p=0,026), and general functioning (p=0,004).
Conclusion: Family functioning in families of schizophrenic patients who have been hospitalized at Grhasia Mental Hospital is considered good, and most patients are in the non-relapse category. There is a significant relationship between family functioning and relapse in schizophrenic patients who have been hospitalized at Grhasia Mental Hospital.
Kata Kunci : fungsi keluarga, kekambuhan, RSJ Grhasia, skizofrenia, Yogyakarta