Pengaruh Umur Pindah Tanam Bibit Cabutan Asal Biji dan Pemangkasan Akar serta Daun terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. Kelompok Aggregatum) 'Lokananta'
Ichwanuddin Faiz, Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc.
2026 | Skripsi | AGRONOMIProduktivitas bawang merah dapat ditingkatkan melalui pemilihan bahan tanam yang tepat. Salah satu alternatif adalah penggunaan biji botani yang memerlukan teknik penyemaian, penentuan umur pindah tanam, serta perlakuan pemangkasan bibit yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi terbaik antara umur pindah tanam bibit cabutan asal biji dengan pemangkasan akar dan daun terhadap hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada Februari 2025-Juli 2025 di Desa Pucangrejo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (±36,8 mdpl). Percobaan menggunakan rancangan faktorial 4 × 4 dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah umur pindah tanam (4, 6, 8, dan 10 minggu setelah semai), sedangkan faktor kedua adalah pemangkasan (tanpa pemangkasan, pemangkasan akar, pemangkasan daun, dan pemangkasan akar serta daun). Hasil penelitian ini menghasilkan beberapa rekomendasi bagi petani dalam budidaya bawang merah asal biji dengan sistem cabutan, khususnya terkait kombinasi umur pindah tanam dan teknik pemangkasan bibit. Pada bibit berumur 4 dan 6 minggu setelah semai (mss), seluruh tipe pemangkasan memberikan pengaruh yang relatif sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, sehingga direkomendasikan penggunaan bibit tanpa pemangkasan. Pada umur pindah tanam 8 mss, pemangkasan akar direkomendasikan karena mampu meningkatkan hasil sebesar 29,72% dibandingkan dengan perlakuan pemangkasan lainnya pada umur yang sama. Sementara itu, pada bibit berumur 10 mss, pemangkasan akar maupun pemangkasan kombinasi akar dan daun direkomendasikan karena dapat meningkatkan hasil sebesar 46,52% dibandingkan perlakuan pemangkasan lainnya pada umur yang sama. Ditinjau dari aspek produktivitas, kombinasi umur pindah tanam 8 mss dengan pemangkasan akar merupakan perlakuan terbaik, dengan produktivitas tertinggi yang mencapai 21,56 ton/ha.
Shallot productivity can be improved through the selection of appropriate planting materials. One alternative is the use of botanical seeds, which requires proper nursery techniques, determination of transplanting age, and suitable seedling pruning treatments. This study aimed to determine the best combination of transplanting age of pulled seedlings derived from botanical seeds and root and leaf pruning on shallot yield. The research was conducted from February 2025 to July 2025 in Pucangrejo Village, Pegandon District, Kendal Regency, Central Java (±36.8 m above sea level). The experiment employed a 4 × 4 factorial design arranged in a Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. The first factor was transplanting age (4, 6, 8, and 10 weeks after sowing), while the second factor was pruning treatment (no pruning, root pruning, leaf pruning, and combined root and leaf pruning). The results provide several recommendations for farmers in shallot cultivation using botanical seeds with a pulled-seedling system, particularly regarding the combination of transplanting age and seedling pruning techniques. For seedlings aged 4 and 6 weeks after sowing (WAS), all pruning types had relatively similar effects on plant growth and yield; therefore, the use of seedlings without pruning is recommended. At a transplanting age of 8 WAS, root pruning is recommended as it increased yield by 29.72% compared with other pruning treatments at the same age. Meanwhile, for seedlings aged 10 WAS, either root pruning or combined root and leaf pruning is recommended, as these treatments increased yield by 46.52% compared with other pruning treatments at the same age. In terms of productivity, the combination of an 8-week transplanting age and root pruning was the best treatment, achieving the highest productivity of 21.56 t ha?¹.
Kata Kunci : Bawang merah; TSS; Umur pindah tanam; Pemangkasan; Produktivitas/Productivity; Pruning; Shallot; Transplanting age; TSS.