Evaluasi Kondisi Geologi Teknik dan Analisis Stabilitas Lereng Portal Sisi Outlet Terowongan Pengelak Bendungan Krekeh Provinsi Nusa Tenggara Barat
Solihatun, Ir. Hendy Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM.; Prof. Dr. Eng. Ir. Wahyu Wilopo S.T., M.Eng., IPM.
2026 | Tesis | S2 Teknik Geologi
Penelitian ini
dilakukan pada lokasi rencana terowongan pengelak Bendungan Krekeh yang
terletak di Desa Krekeh, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Penyelidikan terdahulu (2013 – 2020) belum menyajikan penilaian kualitas massa
batuan secara rinci dan tidak mempertimbangkan keberadaan
Sesar Trans Sumbawa (diperkirakan) yang berjarak ±150 m dari trase terowongan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi geologi teknik
yang lebih komprehensif untuk menentukan metode penggalian dan sistem penyangga
terowongan, serta desain lereng portal yang aman. Penelitian ini mencakup
pemetaan geologi teknik, analisis data pemboran, uji laboratorium, penilaian
kualitas massa batuan, penentuan metode penggalian dan sistem penyangga secara
empiris menggunakan klasifikasi RMR dan JSCE, serta analisis stabilitas lereng
portal outlet dengan metode limit equilibrium. Lokasi
penelitian tersusun atas tiga satuan geomorfologi, yaitu perbukitan vulkanik
berlereng agak curam–curam Selang B, lembah sinklin berlereng landai–miring,
dan perbukitan vulkanik berlereng agak curam–curam Selang A. Lokasi penelitian
terdiri atas satuan batupasir tufan sisipan batulanau dan breksi andesit.
Struktur geologi yang berkembang meliputi sinklin, sesar naik minor, sesar
geser sinistral, dan kekar. Trase terowongan berada di bawah elevasi muka airtanah
dengan kondisi kering hingga lembab. Analisis
stabilitas lereng portal menggunakan koefisien seismik horizontal sebesar 0,16
g. Kualitas
massa batuan pada trase terowongan dikategorikan kelas sedang (RMR 46–55) dan
diklasifikasikan sebagai kelas CI pada bagian inlet dan outlet,
sedangkan bagian tengah terowongan tergolong buruk (RMR 29) dan termasuk kelas
DI. Metode penggalian yang direkomendasikan adalah heading
and bench. Sistem penyangga pada inlet
dan outlet berupa rock bolt sepanjang 4 m dengan spasi 1,2 m
(transversal) dan 1,5 m (longitudinal) serta shotcrete setebal 150 mm.
Pada bagian tengah terowongan diperlukan rock bolt panjang 6 m dengan
spasi 1,1 m, shotcrete setebal 200 mm, dan steel set H-150 dengan
jarak 1 m. Analisis stabilitas menunjukkan desain awal lereng
portal outlet berada dalam kondisi tidak stabil. Setelah modifikasi
geometri berupa pelebaran bench dan penambahan safety berm,
faktor keamanan meningkat menjadi 1,44 dan 1,43 pada kondisi statis serta 1,14
dan 1,12 pada kondisi pseudostatis, sehingga memenuhi persyaratan keamanan.
This
study was conducted at the planned diversion tunnel of the Krekeh Dam, located
in Krekeh Village, Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Province, Indonesia.
Previous investigations carried out between 2013 and 2020 did not provide a
detailed assessment of rock mass quality and did not consider the presence of
the (inferred) Trans Sumbawa Fault, which is located approximately ±150 m from
the tunnel alignment. Therefore, a more comprehensive engineering geological
evaluation is required to determine appropriate excavation methods, tunnel
support systems, and a safe portal slope design. This study includes
engineering geological mapping, borehole data analysis, laboratory testing,
rock mass quality assessment, empirical determination of excavation methods and
support systems using the RMR and JSCE classifications, and outlet portal slope
stability analysis using the limit equilibrium method. The study area consists
of three geomorphological units, namely moderately steep to steep volcanic
hills of Selang B, a gently sloping to inclined synclinal valley, and
moderately steep to steep volcanic hills of Selang A. The lithological units
comprise tuffaceous sandstone intercalated with siltstone and andesite breccia.
Geological structures identified in the study area include a syncline, minor reverse
faults, sinistral strike-slip faults, and joints. The tunnel alignment is
located below the groundwater table, with dry to damp conditions. Portal slope
stability analysis was performed using a horizontal seismic coefficient of 0.16
g. The rock mass quality along the tunnel alignment is classified as fair (RMR
46–55) and categorized as Class CI at the inlet and outlet sections, while the
central section of the tunnel is classified as poor (RMR 29) and categorized as
Class DI. The recommended excavation method is heading and bench. The support
system for the inlet and outlet sections consists of 4 m long rock bolts with
spacing of 1.2 m (transverse) and 1.5 m (longitudinal), combined with 150 mm
thick shotcrete. In the central section of the tunnel, a support system
consisting of 6 m long rock bolts with 1.1 m spacing, 200 mm thick shotcrete,
and H-150 steel sets at 1 m spacing is required. Stability analysis indicates
that the initial design of the outlet portal slope is unstable. After geometric
modifications in the form of bench widening and the addition of a safety berm,
the factor of safety increased to 1.44 and 1.43 under static conditions and to
1.14 and 1.12 under pseudostatic conditions, thereby satisfying the safety
requirements.
Kata Kunci : Bendungan Krekeh, geologi teknik, kualitas massa batuan, metode penggalian, sistem penyangga, stabilitas lereng portal outlet