Analisis Pergeseran Titik Pantau Lereng Tambang Batubara PT Kideco Jaya Agung
Romeo Vishwanathan Siahaan, Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU
2026 | Skripsi | TEKNIK GEODESI
PT Kideco Jaya Agung
merupakan perusahaan tambang batubara yang telah beroperasi selama 41 tahun.
Aktivitas penambangan yang berkelanjutan menyebabkan kondisi pit semakin
dinamis dan berpotensi menimbulkan longsor. Stabilitas lereng memiliki
keterkaitan erat dengan keselamatan pekerja dan peralatan, sehingga pemantauan
pergerakan lereng menjadi sangat penting. Perusahaan telah melakukan monitoring
menggunakan Total Station berdasarkan perubahan koordinat 3D dari dua kala,
namun analisis komprehensif seperti kecepatan dan arah pergerakan dengan data
multi kala belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran
titik pantau lereng tambang batubara PT Kideco Jaya Agung berdasarkan data
multi kala.
Data yang digunakan diperoleh dari pengukuran lima titik pantau di area
lereng yang telah mengalami retakan menggunakan Total Station Sokkia IM-52.
Data yang digunakan berupa koordinat titik pantau dan diperoleh melalui
pengukuran terestris secara radial. Pada akuisisi data digunakan dua titik
referensi sebagai station dan backsight. Pengukuran koordinat
titik pantau dilakukan sebannyak 5 waktu (epoch) dalam rentang waktu
satu bulan. Besar pergeseran ditentukan dari selisih koordinat antarwaktu,
sedangkan kecepatan pergeseran dihitung dengan metode kuadrat terkecil
parameter dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel. Nilai
kecepatan tersebut kemudian digunakan untuk menilai kestabilan lereng
berdasarkan standar kestabilan lereng PT Kideco Jaya Agung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam periode satu bulan, kecepatan pergeseran komponen X titik pantau selama satu bulan berkisar antara 0,066 s.d 0,145 cm/hari, kecepatan pergeseran komponen Y titik pantau selama satu bulan berkisar antara 0,061 s.d 0,376 cm/hari, dan kecepatan pergeseran komponen Z titik pantau selama satu bulan berkisar antara 0,080 s.d 0,996 cm/hari. Pergeseran titik pantau cenderung bergerak ke arah barat-selatan dan timur-utara area pengamatan. Kecepatan pergeseran komponen X terbesar terjadi pada titik pantau SSB_LW-II-ES_19 dengan besar pergeseran 0,145 cm/hari, pergeseran komponen Y terbesar terjadi pada titik pantau SSB_LW-II-ES_17 dengan besar pergeseran sebesar 0,376 cm/hari, dan pergeseran komponen Z terbesar terjadi pada titik pantau SSB_LW-II-ES_17 dengan besar pergeseran sebesar 0,996 cm/hari. Berdasarkan standar klasifikasi kestabilan lereng PT Kideco Jaya Agung, kondisi kestabilan seluruh titik pantau lereng berada pada kategori aman (normal).
PT.
Kideco Jaya Agung is a coal mining company that has been operating for 41
years. Continuous mining activities have caused the pit conditions to become
increasingly dynamic and potentially lead to slope instability. Slope stability
is closely related to the safety of workers and equipment, therefore slope
movement monitoring is of utmost importance. The company has conducted
monitoring using a Total Station based on 3D coordinate changes from two
epochs; however, a comprehensive multi-epoch analysis involving displacement
velocities and movement directions has not yet been carried out. This study
aims to analyze the displacement of slope monitoring points at the PT. Kideco
Jaya Agung coal mine using multi-epoch observation data.
The dataset consists of five monitoring points located in a cracked
slope area, measured using a Sokkia IM-52 Total Station through radial
terrestrial surveying. Two reference points were used as the station and
backsight, and measurements were taken across five epochs within one month.
Displacement magnitudes were obtained from coordinate differences between
epochs, while displacement velocities were calculated using parametric
least-squares estimation in Microsoft Excel. The resulting velocities were then
evaluated using PT. Kideco Jaya Agung’s internal slope stability
classification.
The
results show that during the one-month period, the horizontal and vertical
velocity components ranged from 0.066 to 0.145 cm/day in the X direction, 0.061
to 0.376 cm/day in the Y direction, and 0.080 to 0.996 cm/day in the Z
direction. The displacement vectors indicate movement trends toward the
west–south and east–north directions. The highest velocity in the X component
occurred at monitoring point SSB_LW-II-ES_19 (0.145 cm/day), while the highest
Y and Z component velocities were observed at SSB_LW-II-ES_17 (0.376 cm/day and
0.996 cm/day, respectively). Based on PT. Kideco Jaya Agung’s slope stability
classification, all monitored points fall within the safe (normal) category.
Kata Kunci : pertambangan, pergeseran, total station, hitung kuadrat terkecil, kecepatan, stabilitas