Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Niat Beli Produk Cokelat Artisan Daerah Istimewa Yogyakarta
Keyzia Shafaa Syafana, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P.; Dr. Muhammad Prasetya Kurniawan, S.T.P., M.Sc.
2026 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
Perkembangan industri kreatif dan sektor pangan berbasis produk lokal mendorong meningkatnya persaingan usaha, termasuk pada produk cokelat artisan yang mulai berkembang di Daerah Istimewa Yogyakarta. Persaingan tersebut menuntut pelaku usaha untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi niat beli konsumen agar dapat merumuskan strategi pemasaran yang tepat dan berorientasi pada kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran 4C yang terdiri dari Customer Solution, Consumer cost, Convenience, dan Communication serta perilaku konsumen yang meliputi Attitude, Subjective norm, dan Perceived behavioral control terhadap niat beli konsumen cokelat artisan Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner dengan 5 skala Likert (1: sangat tidak setuju, 5: sangat setuju), yang disebarkan kepada kepada 117 responden yang pernah mencoba, membeli, dan memiliki pengetahuan mengenai cokelat artisan Derah Istimewa Yogyakarta. Kemudian, data diolah menggunakan structural equation modeling-partial least squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel bauran pemasaran 4C berpengaruh positif terhadap niat beli, dengan Customer Solution sebagai variabel yang memiliki pengaruh paling besar. Selain itu, variabel Subjective norm dan Perceived behavioral control berpengaruh signifikan terhadap niat beli, sedangkan variabel Attitude tidak berpengaruh signifikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku usaha cokelat artisan dalam merancang strategi pemasaran yang efektif dan berorientasi pada konsumen. Pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas dan kemasan produk, optimalisasi media sosial, kemudahan akses dan pembayaran, serta pemanfaatan social proof untuk meningkatkan niat beli.
The
growth of the creative industry and local-based food sector has increased
business competition, including artisan chocolate products in the Special
Region of Yogyakarta. This condition encourages businesses to understand the
factors that influence consumers’ purchase intention in order to develop
appropriate marketing strategies. This study aims to analyze the effect of the
4C marketing mix, which consists of Customer Solution, Consumer cost, Convenience,
and Communication, as well as consumer behavior variables including Attitude, Subjective
norm, and Perceived behavioral control on purchase intention toward artisan
chocolate in the Special Region of Yogyakarta. The research data were obtained
through the distribution of a questionnaire with a 5-point Likert scale (1:
strongly disagree, 5: strongly agree), to 117 respondents who had tried,
purchased, and were familiar with artisan chocolate products in the Special
Region of Yogyakarta. The data were analyzed using Structural Equation
Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The results show that all 4C marketing
mix variables have a positive effect on purchase intention, with Customer
Solution having the strongest influence. In addition, Subjective norm and Perceived
behavioral control significantly affect purchase intention, while Attitude does
not have a significant effect. The findings are expected to help artisan
chocolate businesses develop more effective and consumer-oriented marketing
strategies. Producers can enhance product quality and packaging, optimize
social media utilization, improve ease of access and payment methods, and
leverage social proof to increase purchase intention.
Kata Kunci : bauran pemasaran, perilaku konsumen, niat beli, cokelat artisan, dan SEM-PLS