Perbandingan Portofolio saham-SBI dengan pendekatan Value at Risk
SOETRISNO, Widayati, Dr. Ainun Na'im, MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenPerusahaan besar memiliki aset yang besar dan keuntungan yang tinggi tetapi keuntungan tersebut tidak bisa digunakan untuk berekspansi dan/atau memperluas jaringan bisnisnya oleh lingkungan internal maupun eksternalnya. Perusahaan tembakau yang diwakili oleh perusahaan rokok mengalami hambatan pada peraturan kesehatan, protes dari pengguna pasif rokok dan larangan impor komoditi ini . Perusahaan penyiaran dalam hal ini perusahaan penyiaran televisi, yang mengalami hambatan pada jumlah lisensi yang bisa diadopsi baik dari luar negeri maupun dalam negeri, aturan monopoli dan peraturan pemerintah. Sedangkan satu lagi adalah perusahaan minyak. Tujuan dari tesis ini adalah memberikan jawaban atas pertanyaan : 1. Apakah portofolio saham dari ketiga perusahaan ini memiliki kestabilan yang sama dengan Risk Free Rate dari Sertifikat Bank Indonesia yang dianggap memiliki Risk Free Rate. 2. Apakah di Bursa Efek Jakarta bisa diamati tentang perbandingan ini melalui cara analisis Value-at-Risk dalam portfolio management1. Apabila saham ketiganya diamati tingkah lakunya pada bursa efek, maka dalam pergerakan sahamnya yang mirip satu sama lain 2. Tingkah laku atau sifat yang mirip satu sama lain ini kemudian dibandingkan dengan beberapa portofolio lainnya. Tesis ini dimaksudkan untuk membantu pemahaman yang mungkin dibutuhkan oleh investor saham yang secara praktis menanamkan investasinya pada ketiga jenis saham dari kelompok perusahaan di atas, terutama pada risiko yang harus dihadapi. Dengan dasar distribusi return, teori portofolio modern menggunakan berbagai ukuran dalam upayanya untuk menggambarkan risiko sebagai satu bentuk numerik tunggal. Risiko tersebut diukur termasuk dari volatility, variance, semivariance, downside risk, dan kemungkinan kegagala-nya. Secara sederhana, penyusun ingin menggunakan cara pengukuran yang paling sederhana dari Value-at-Risk ini dengan data yang tersedia di Bursa Efek Jakarta. Ketiga saham perusahaan yang akan diamati adalah saham dari : 1. PT Gudang Garam Tbk. - Perusahaan tembakau 2. PT Indosiar Visual Mandiri Tbk. - Perusahaan penyiaran 3. PT Medco Energi Int’l Tbk. - Perusahaan perminyakan Pemilihan ketiga perusahaan ini adalah bahwa diantara anggota kelompok perusahaan dalam klasifikasi menurut Bursa Efek Jakarta, ketiga perusahaan ini mewakli kelompok dengan saham yang selalu dinamis dan menjadi perhatian para investor. Adapun dasar pemilihan saham-saham pembanding lainnya akan dibicarakan dalam pembahasan yang berikutnya.
Big companies have large assets and high yield returns, but these returns can not be used to expand its business networks due to its internal and external environment issues. Tobacco companies represented by cigarette enterprises get its inhibited by health regulations, passive cigarette end-users and prohibition of this commodity’s import activities. Broadcasting companies represented by television broadcasting enterprises get inhibition in obtaining more licenses adopted domestically or from abroad, monopolistic regulation and government law. The other one is oil companies . The aims of this twriting is to answer to questions as : 1. If the stocks portfolio of these three kind of companies have the same stability with Risk free rate of return owned by Sertifikat Bank Indonesia – SBI. 2. Is Value at Risk could be used to be one of the calculation instrument and analysis method of risk in Jakarta Stock Exchange by being adopted in portfolio management 1. The three stocks examined in stock exchange body, there is a similarity on their movements2. This similar movements then will be compared each other against some other socks portfolios. This thesis have its own direction to help stocks and securities investor to understand risks they must face by practising to buy secuities with the three kinds of this group of companies. The basic idea is the return distribution which modern portfolio theory uses many kinds of measurements in order to achieve to describe risks as one single numeric figure. The risks measured consisting of volatility, variance, semi variance, downside risk and the possibility of the failure. In simplicity, writer want to use the simplest way of Value at Risk with data available in Jakarta Stock Exchange. The three companies will be examined are : 1. PT Gudang Garam Tbk. - Tobacco company 2. PT Indosiar Visual Mandiri Tbk. - Broadcasting company 3. PT Medco Energi Int’l Tbk. - Oil company. The choice of these three companies also based on the assumption that the Jakarta Stock Exchange’ classification are listed properly and represent dynamic stocks movements and have been chosen by investors. The other reasons to choose other portfolios will be explained accordingly.
Kata Kunci : Pasar Modal,Value,at,Risk,Resiko, return, risk, Value at Risk, Credit Suisse Investment Model, downside risk, the risk free rate, risk management and investment manager