ANALISIS KERUSAKAN SISTEM TRANSMISI PADA DUMP TRUCK SCANIA P360CB-6X4 DI PT SINAR BARU WIJAYA PERKASA SITE WSL
Fayakun Nur Insan, Surojo, S. T., M. Eng.
2026 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PERAWATAN ALAT BERAT
PT Sinar Baru Wijaya Perkasa
memiliki dump truck Scania P360CB-6X4 dengan nomor operasi DT-218 yang berperan
penting dalam kegiatan coal getting. Unit dengan jam kerja yang tinggi ini
mengalami kerusakan pada sistem transmisi pada 12.703 jam operasi, lebih awal
dari target 16.000 jam, dan menyebabkan downtime hingga 72 jam. Penelitian ini
dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab utama kerusakan tersebut. Penelitian
menggunakan metode root cause analysis (RCA) dengan dua pendekatan, yaitu
diagram fishbone untuk pemetaan awal dan identifikasi umum penyebab masalah,
serta fault tree analysis (FTA) untuk analisis logis dan terstruktur terhadap
kemungkinan skenario kegagalan. Kedua metode diagram tersebut digunakan untuk
menemukan faktor penyebab utama agar dapat dirumuskan langkah pencegahan dan
perbaikan yang lebih efektif. Berdasarkan hasil analisis, penyebab utama
kerusakan adalah lepasnya wire spring dari rangkaian akibat keausan berlebih
pada komponen second dan third synchromesh, yang dipicu oleh kombinasi faktor
operasional (downshifting mendadak pada rpm tinggi dan over?ritase) serta
perawatan yang kurang optimal (inspeksi dan servis berkala yang terlambat).
PT Sinar Baru Wijaya Perkasa
operates a dump truck Scania P360CB-6X4 (unit number DT-218) which plays a
crucial role in coal getting activities. However, this high-hour unit
experienced transmission failure at 12,703 operating hours earlier than the
target lifetime of 16,000 hours resulting in 72 hours of downtime. This
research aims to identify the primary causes of the failure. A root cause
analysis (RCA) approach was adopted using both fishbone diagrams for initial
mapping and general problem identification, as well as fault tree analysis
(FTA) for logical and structured examination of possible failure scenarios.
Through this combination, the study seeks to determine the main contributing
factors and to recommend more effective preventive and corrective actions. The
results reveal that the main cause of transmission failure is the disengagement
of the wire spring due to excessive wear on the second and third synchromesh
component, driven by a combination of operational factors (such as sudden
downshifting at high rpm and excessive overloading) and suboptimal maintenance
(including delayed oil inspections and periodical servicing).
Kata Kunci : transmisi, dump truck, synchromesh, wire spring