Industry and competitive analysis of the mobile telecommunication in Indonesia, year 2004
PRATAMA, Anugrah, Dr. Ainun Na'im, MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenTelah dilakukan analisis industri atas system Telekomunikasi bergerak di Indonesia. Penelitian dilakukan untuk memberi gambaran tentang kondisi struktur persaingan dalam industri Telekomunikasi bergerak di Indonesia menggunakan kerangka analysis Porter’s five forces, value network, key success factors, strategic map dan driving forces. Informasi mengenai pasar dan keadaan industri diperoleh dari mempelajari data sekunder dan melakukan analisa terhadap diskusi dan perdebatan yang sedang berlangsung di berbagai lembaga formal maupun informal yang berkaitan dengan Telekomunikasi bergerak. Berdasarkan hasil profil industri, analisis structural dan tingkat penetrasi hanya 14%, industri Telekomunikasi bergerak di Indonesia masih menjanjikan di masa yang akan datang. Bertentangan dengan yang selama ini diyakini, ancaman yang datang dari pendatang baru (entrants) tidak dikategorikan sebagai kuat karena sifat entrants yang akan dihadapkan pada biaya set-up yang besar, terbatasnya spectrum frekuensi, dan komitmen yang akan dilakukan oleh incumbents melawan entrants. Usaha-usaha yang didasarkan pada value network dapat digunakan sebagai pencegah masuknya pendatang baru maupun ancaman produk pengganti. Penggunaan efektif atas value network akan meningkatkan nilai (value) yang dirasakan oleh pelanggan dan membuat mereka sulit untuk melakukan perpindahan langganan sebagai akibat efek network eksternalitas.
An industry analysis of mobile telecommunication in Indonesia has been conducted. The research tries to describe the structural condition of the mobile telecommunication industry in Indonesia by using the framework of Porter’s five forces, value network, key success factors, strategic map, and driving forces. Information about the market and industry have been collected by using some large amount of secondary data combined with analysis of on-going discussion held on formal and informal community related to mobile telecommunication. Based on industry profile and structural analysis conducted, the Mobile communication industry in Indonesia is still promising in the future. The penetration rate of about 14% can still be considered as low and still expected to grow. Contrary to widely believed, the threats of new entry is not posing a strong threats to the industry due to large up-front cost faced by the entrants, spectrum constrains, and credible commitment made by incumbents to fight back the entrants. Value network effort may act as entry deterrence strategy as well as safeguard to the threats of entry and substitutes. Reinforcement of value network effort will increase the value realized by mobile subscribers’ and made them reluctant to change to other substitutes due to network externalities effect.
Kata Kunci : Industri Telekomunikasi,Struktur Persaingan