Hubungan Antara Rasio Neutrofil terhadap Limfosit dan Platelet dengan Derajat Keparahan pada Pasien COVID Derajat Berat dan Kritis di RSUP Dr. Sardjito Tahun 2021
Keona Tori Kaylie, dr. Rizka Humardewayanti Asdie, Sp.PD-KPTI; dr. Heni Retno Wulan, M.Kes., Sp.PD-KP
2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
COVID-19 adalah sebuah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh salah satu jenis virus korona, yaitu SARS-CoV-2. Penderita COVID-19 dapat menunjukkan berbagai macam gejala, seperti demam, batuk kering, kesulitan bernafas, hingga pneumonia berat. Banyak jenis parameter yang dapat digunakan untuk mengukur respon inflamasi tubuh, salah satu diantaranya adalah NLPR. Rasio neutrofil terhadap limfosit dan platelet (NLPR) merupakan sebuah parameter berdasarkan perbandingan jumlah neutrofil dengan total limfosit dan platelet yang dikaitkan pada prognosis pasien dengan penyakit menular. Derajat keparahan adalah sebuah indikator yang mengukur manifestasi klinis yang mana muncul akibat dampak dari suatu infeksi terhadap tubuh yang kemudian diklasifikasikan menjadi beberapa tingkatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara NLPR dengan derajat keparahan pada pasien COVID derajat berat dan kritis di RSUP Dr. Sardjito tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan retrospective cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis dilakukan secara bivariat untuk menilai hubungan antara rasio NLPR dan derajat keparahan, dengan uji keeratan hubungan menggunakan regresi logistik sederhana. Apabila terdapat variabel dengan nilai p <0.25 pada analisis bivariat, analisis multivariat dengan uji regresi logistik multipel akan dilakukan untuk mengidentifikasi keeratan hubungan antara skor NLPR dan variabel pengganggu potensial yang didapatkan terhadap derajat keparahan. Hasil menunjukkan bahwa pasien dengan nilai NLPR >11.8687 memiliki risiko sekitar 4,16 kali lebih besar untuk mengalami kondisi kritis dibandingkan pasien dengan nilai NLPR ? 11.8687. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara rasio NLPR dan derajat keparahan pada pasien COVID-19 derajat berat dan kritis di RSUP Dr. Sardjito. Temuan ini menunjukkan bahwa rasio NLPR dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alat bantu proses penilaian risiko dalam praktik klinis, bersamaan dengan parameter klinis dan laboratorium lainnya.
COVID-19 is an infectious disease caused by a type of coronavirus, namely SARS-CoV-2. COVID-19 patients can show various symptoms, such as fever, dry cough, difficulty breathing, to severe pneumonia. There are many types of parameters that can be used to measure the body's inflammatory response, one of which is NLPR. The neutrophil-to-lymphocyte and platelet ratio (NLPR) is a parameter based on the ratio of neutrophils to total lymphocytes and platelets, which is associated with the prognosis of patients with infectious diseases. Severity is an indicator that measures the clinical manifestations that arise as a result of the impact of an infection on the body, which is then classified into several levels. This study aims to analyze the relationship between NLPR and severity in patients with severe and critical COVID at Dr. Sardjito General Hospital in 2021. This study uses an observational analytical research design with a retrospective cross-sectional approach. Sampling is done using consecutive sampling. Bivariate analysis is performed to assess the relationship between the NLPR ratio and severity, with the relationship tested using simple logistic regression. If there are variables with p-values <0>11.8687 have a risk approximately 4.16 times greater of experiencing critical conditions compared to patients with an NLPR value ? 11.8687. Thus, it can be concluded that there is a significant relationship between the NLPR ratio and the degree of severity in patients with severe and critical COVID-19 at Dr. Sardjito General Hospital. These findings indicate that the NLPR ratio can be considered as one of the tools to assist in the risk assessment process in clinical practice, along with other clinical and laboratory parameters.
Kata Kunci : Pasien COVID, NLPR, Derajat Keparahan, RSUP Dr. Sardjito, Sel Imun