Fabrikasi dan Karakterisasi Nanofiber Polyvinyl Acetate (PVAc)/Ekstrak Kubis Ungu (Brassica oleracea) dan Potensinya sebagai Smart Wound Dressing
Zuleika Arum, Dr. Eng. Ahmad Kusumaatmaja, S.Si., M.Sc.
2025 | Skripsi | FISIKA
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan ekstrak kubis ungu/Red
Cabbage (RC) terhadap morfologi dan hidrofilitas membran PVAc/RC serta
mengetahui pengaruh pH terhadap perubahan warna membran nanofiber PVAc/RC.
Nanofiber berhasil difabrikasi menggunakan metode electrospinning dengan
konsentrasi RC sebesar 2%, 3%, dan 4%. Karakterisasi FTIR menunjukkan puncak
serapan baru yang mengindikasikan PVAc/RC yaitu pada panjang gelombang 3414 cm-1
yang mengindikasikan O-H stretching, 2925 cm-1 menandakan C=O
stretching, serta 1635 cm-1 dan 2846 cm-1 merepresentasikan
C-H stretching, 1725 cm-1 menunjukkan keberadaan gugus aromatik
melalui getaran C–H dan C=C yang khas pada struktur cincin aromatik. Karakterisasi
SEM menunjukkan penambahan RC menurunkan diameter nanofiber kemudian meningkat
seiring meningkatnya konsentrasi RC yaitu diameter nanofiber PVAc dari (922 ±
4) nm menjadi (486 ± 5) nm, (616 ± 9) nm, dan (752 ± 8) nm berturut-turut pada
konsentrasi awal RC 2%, 3%, dan 4%. Hasil pengujian sudut kontak menunjukkan penambahan RC dapat meningkatkan
hidrofilitas nanofiber. Hasil pengujian kolorimetri pH mengonfirmasi perubahan
warna signifikan nanofiber pada tingkat pH yang berbeda yaitu merah muda dan
ungu pada pH asam dan hijau pada pH basa. Berdasarkan hasil penelitian,
nanofiber PVAc/RC berpotensi digunakan sebagai smart wound dressing
dengan sensor real time sebagai pendeteksi infeksi luka berdasarkan
perubahan warna.
This
research aimed to investigate the effect of Red Cabbage (RC) solution concentration
on the morphology and hydrophilicity of PVAc/RC membranes, as well as to
determine the effect of pH on the color change of PVAc/RC nanofiber membranes.
Nanofibers were successfully fabricated using the electrospinning method with
RC concentrations of 2%, 3%, and 4%. FTIR characterization showed new
absorption peaks indicating PVAc/RC at a wavelength of 3414 cm-1 Indicating
O-H stretching, 2925 cm-1 indicating C=O stretching, 1635 cm-1
and 2846 cm-1 representing C-H stretching, 1725 cm-1 indicating
the presence of aromatic groups through characteristic C-H and C=C vibrations
in the aromatic ring structure. SEM characterization showed that the addition
of RC initially decreased the nanofiber diameter, which then increased with
increasing RC concentration, specifically the PVAc nanofiber diameter from (922
± 4) nm to (486 ± 5) nm, (616 ± 9) nm, and (752 ± 8) nm at initial RC
concentrations of 2%, 3%, and 4%, respectively. Contact angle test results
showed that the addition of RC increased the hydrophilicity of the nanofibers.
The pH colorimetry test results confirmed significant color changes of the
nanofibers at different pH levels, namely pink and purple at acidic pH and
green at basic pH. Based on the research results, PVAc/RC nanofibers have the
potential to be used as a smart wound dressing with a real-time sensor for
detecting wound infection based on color changes.
Kata Kunci : antosianin, kubis ungu, nanofiber, pembalut luka, sensor pH kolorimetri