ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA ALAM NEPAL VAN JAVA, DESA TEMANGGUNG, KABUPATEN MAGELANG: PERSPEKTIF EKOLOGIS DAN EKONOMI
Allika Estri Nugrahani, Dr. Sri Rahayu Budiani, S.Si., M.Si.
2026 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Nepal van Java merupakan salah satu wisata yang terletak di lereng Gunungapi Sumbing. Wisata tersebut termasuk dalam wilayah pertanian holtikultural, pariwisata, dan koservasi alam pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Magelang tahun 2024 – 2044. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji kondisi daya dukung lingkungan objek wisata Nepal van Java berdasarkan daya dukung fisik, riil, dan efektif, serta (2) mengidentifikasi strategi pengembangan pariwisata Nepal van Java sesuai dengan perhitungan daya dukung lingkungan serta perspektif masyarakat, pemerintah, dan akademisi. Teori yang digunakan adalah teori tourism carrying capacity dari Cifuentes (1992). Daya dukung wisata menggunakan metode kuantitatif melalui pengukuran daya dukung fisik/physical carrying capacity (PCC), daya dukung riil/real carrying capacity (RCC), dan daya dukung efektif/effective carrying capacity (ECC). Strategi pengembangan pariwisata dianalisis secara deskriptif-kuantitatif dengan wawancara mendalam pada pemerintah setempat dan akademisi untuk mendapatkan perspektif pengembangan wisata Nepal van Java. Hasil dari penelitian ini menunjukkan daya dukung wisata Nepal van Java sebesar 701 wisatawan/hari dengan kategori undercapacity. Pengembangan wisata masih dapat dilakukan karena nilai PCC>RCC>ECC dan rata-rata wisatawan pada tahun 2024 adalah 112 wisatawan/hari. Strategi yang direkomendasikan adalah pengelolaan pengunjung, diversifikasi produk, dan penguatan kelembagaan. Strategi pengembangan wisata Nepal van Java tidak hanya berfokus pada penambahan kuantitas, tetapi juga penguatan kualitas pariwisata.
Nepal van Java is a tourist attraction located on the slopes of Mount Sumbing. This tourist attraction is included in the horticultural agriculture, tourism, and nature conservation areas in the Magelang Regency Spatial Plan (RTRW) for 2024-2044. This study aims to: (1) assess the environmental carrying capacity of the Nepal van Java tourist attraction based on physical, real, and effective carrying capacity, and (2) identifying tourism development strategies in Nepal van Java in accordance with environmental carrying capacity calculations and the perspectives of the community, government, and academics. The theory used is the tourism carrying capacity theory, as proposed by Cifuentes (1992). Tourism carrying capacity was assessed quantitatively by measuring physical carrying capacity (PCC), real carrying capacity (RCC), and effective carrying capacity (ECC). Tourism development strategies were analyzed qualitatively through in-depth interviews with local government officials and academics to gain insights into Nepal's Java tourism development. The results of this study indicate that Nepal van Java's tourism carrying capacity is 701 tourists per day, categorized as undercapacity. Tourism development is still feasible because the PCC>RCC>ECC value and the average number of tourists in 2024 is 112 tourists/day. Recommended strategies include visitor management, product diversification, and institutional strengthening. Nepal van Java's tourism development strategy, not only focuses on increasing quantity, but also strengthening the quality of tourism.
Kata Kunci : Daya dukung wisata, Nepal van Java, Strategi pengembangan wisata