Pengaruh Umur Pemotongan Terhadap Kandungan Nutrien Hijauan Jagung (Zea mays) Varietas Pertiwi 3
Krisna Bagas Priambodo, Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari umur potong jagung varietas Pertiwi 3 terhadap kandungan nutrien. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2024 di lahan peternak daerah Tegalrejo, Tegalsari, Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan di Laboratorium Hijauan Makanan Ternak dan Pastura, Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada. Penelitian menggunakan benih tanaman jagung hibrida varietas Pertiwi 3 yang ditanam dengan pola tanam tunggal. Penelitian ini menggunakan 6 petak, terdiri dari 3 petak untuk umur potong 75 HST dan 3 petak untuk umur potong 90 HST. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 70 x 30 cm di setiap petak berukuran 5 x 5 m, dengan jarak antar petak 0,5 m. Variabel yang diamati yaitu serat kasar (SK), lemak kasar (LK), protein kasar (PK), BETN dan TDN. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan t-test. Analisis statistik dilakukan dengan bantuan software personal komputer Statistical Product and Service (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur potong berpengaruh nyata terhadap kandungan nutrien lemak kasar dan serat kasar. Kandungan protein kasar, BETN, dan TDN pada umur potong 75 HST lebih tinggi dibandingkan dengan umur potong 90 HST, sedangkan kandungan serat kasar dan lemak kasar pada umur potong 90 HST lebih tinggi dibandingkan dengan umur potong 75 HST. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa umur potong terbaik yag digunakan pada tanaman jagung varietas pertiwi 3 sebagai hijauan pakan ternak yaitu umur 75 hari.
This study aims to determine the effect of the cutting age of Pertiwi 3 corn varieties on nutrient content. The study was conducted from January to April 2024 on farms in the Tegalrejo, Tegalsari, and Wedomartani areas of Ngemplak District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta, and at the Laboratory of Animal Feed and Pasture, Faculty of Animal Science, Gadjah Mada University. The study used hybrid corn seeds of the Pertiwi 3 variety planted in a single cropping pattern. This study used 6 plots, consisting of 3 plots for 75 days after planting (DAP) and 3 plots for 90 DAP. Planting was carried out with a planting distance of 70 x 30 cm in each 5 x 5 m plot, with a distance of 0.5 m between plots. The variables observed were crude fiber (CF), crude fat (CF), crude protein (CP), BETN, and TDN. The data obtained were then analyzed using a t-test. Statistical analysis was performed using Statistical Product and Service (SPSS) personal computer software. The results showed that cutting age had a significant effect on the crude fat and crude fiber nutrient content. The crude protein, BETN, and TDN content at 75 days after planting was higher than at 90 days after planting, while the crude fiber and crude fat content at 90 days after planting was higher than at 75 days after planting. Based on the research, it can be concluded that the best cutting age for Pertiwi 3 corn varieties used as forage for livestock is 75 days.
Kata Kunci : Kandungan nutrien, Pertiwi 3, Umur potong, Zea mays.