Laporkan Masalah

Dinamika pemanfaatan angkatan kerja perempuan di DKI Jakarta : Analisis data SUSENAS tahun 1996, 1998, 2000, 2006

Laras Ratih Maheswari, Agus Joko Pitoyo,S.Si., M.A.

2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

DKI Jakarta mengalami puncak krisis ekonomi pada tahun 1998, yang salah satunya ditandai dengan merosotnya pertumbuhan ekonomi hingga minus 17,6 persen. Dalam kaitannya dengan angkatan kerja perempuan, menjadi menarik untuk membahas bagaimana angkatan kerja perempuan bereaksi terhadap kondisi krisis tersebut. Untuk mengetahui hal tersebut, penelitian ini memiliki dua tujuan. Yang pertama adalah mengetahui dinamika pemanfaatan angkatan kerja perempuan di DKI Jakarta sebelum, selama, dan sesudah krisis ekonomi. Yang kedua adalah mengetahui perbedaan reaksi antara angkatan kerja laki-laki dan perempuan dalam menghadapi krisis. DKI Jakarta dipilih sebagai wilayah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pengolahan data mentah Susenas tahun 1996, 1998, 2000, dan 2006. Hasil pengolahan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi yang dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan berikut. Peningkatan TPAK perempuan memperketat persaingan kerja yang menimbulkan peningkatan persentase angkatan kerja yang tidak dimanfaatkan. Kondisi krisis tahun 1998 telah mengakibatkan peningkatan persentase angkatan kerja perempuan yang tidak dimanfaatkan. Namun demikian, kondisi ini kembali pulih di tahun 2000. Setelah krisis usai di tahun 2006, persentase angkatan kerja perempuan yang tidak dimanfaatkan kembali meningkat. Peningkatan persentase angkatan kerja perempuan pada kelompok jam kerja yang panjang (45-64 dan ?65 jam per minggu) turut membantu mengurangi persentase angkatan kerja perempuan yang tidak dimanfaatkan pada masa pemulihan di tahun 2000.

In 1998, Jakarta Special Region experienced the worst period of financial crisis, marked by the decline of the economic growth that touched minus 17,6 percent. In the relation with women labor force, it becomes interesting to study their respond to the crisis condition. To realize this study, this research has two purposes. The first is to analyze the dynamics of women labor force utilization before, during, and after the crisis. The second is to know the difference between men and women in the way they react to the crisis condition. Jakarta Special Province has been chosen as the research area. The analysis includes every city in Jakarta Special Province. The method of this research is by processing Susenas raw data in the year of 1996, 1998, 2000, and 2006. The result of this study is presented in frequencies tables which are analyzed in descriptive and qualitative approach. From this research it can be took several conclusions. The increasing of women labor participation rate has been tighten the competition in labor market which resulting the increasing umutilized labor percentage. However, this condition has recovered in the year of 2000. After the crisis over in 2006, umutilized women labor force percentage once again increased. The increasing of women labor force percentage in the long working hours group (45-64 and ?65 hours per week) also helped the decreasing of umutilized women labor force percentage in the year of 2000.

Kata Kunci : pemanfaatan angkatan kerja, perempuan, DKI Jakarta,labor utilization, women, DKI Jakarta

  1. S1-2009-175543-Abstract.pdf  
  2. S1-2009-175543-Bibliography.pdf  
  3. S1-2009-175543-TableofContent.pdf  
  4. S1-2009-175543-Title.pdf