Pengaruh peran kepemimpinan terhadap kinerja organisasi berbasis Malcolm Baldrige National Quality Award Criteria di Pertamina daerah operasi Hulu :: Daerah operasi Hulu Sumbagsel; Jawa Bagian Barat; Sumbagteng dan Jawa bagian Timur
JASWADI, Prof.Dr. Djamaludin Ancok, MA
2005 | Tesis | Magister ManajemenSubyek penelitian ini adalah pekerja pimpinan di PT. Pertamina (Persero) Daerah Operasi Hulu Migas (Sumatera Bagian Selatan, Sumatera Bagian Tengah, Jawa Bagian Barat dan Jawa Bagian Timur), yaitu unit operasi yang bergerak dalam pencarian, pengembangan produksi dan distribusi minyak mentah dan gas bumi. Sampel terdiri dari 247 pekerja yang tersebar di 4 (empat) daerah operasi hulu migas. Peneliti mengambil subyek berdasarkan Proportional Stratified Random Sampling, dimana pengambilan sampel dengan memperhatikan keseimbangan jumlah anggota pada sub populasinya. Pengumpulan data penelitian diperoleh dari data primer melalui kuisioner yang diisi oleh para pekerja pimpinan dan data sekunder diperoleh peneliti dari laporan Tim Assesor Pertamina terhadap kinerja organisasi unit operasi berbasis Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA). Variabel peneilitian adalah Kepemimpinan dan Kinerja Organisasi berbasis MBNQA. Dari hasil analisa data dapat disimpulkan bahwa ada hubungan peran kepemimpinan terhadap kinerja organisasi berbasis MBNQA dimana didaerah Operasi Hulu Migas Sumbagsel dan Jawa Bagian Barat, Kepemimpinan ditunjukkan dengan skala nilai rata-rata berkisar antara 3,69 – 3,91 dan upaya menerapkan praktek-praktek Baldrige Criteria dalam upaya mencapai kinerja organisasi dengan skala nilai rata-rata berkisar antara 3,35 – 3,49, dimana peningkatan kinerja yang diukur dengan skor MBNQA berkisar dari 62 – 76. Sedangkan di Daerah Operasi Hulu Migas Sumbagteng dan Jawa Bagian Timur skala nilai rata-rata Kepemimpinan berkisar antara 3,30 – 3,36 dan penerapan praktek-praktek Baldrige Criteria dalam upaya mencapai kinerja organisasi dengan skala nilai rata-rata berkisar 2,82 – 2,90 dimana peningkatan kinerja yang diukur dengan skor MBNQA hanya berkisar antara 3 – 28. Lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan analisis uji “tâ€, peran kepemimpinan berpengaruh cukup signifikan terhadap pencapaian kinerja Organisasi berbasis MBNQA (Kelompok Tim Manajemen dengan menggunakan Pooled Variance “t†Test diperoleh “Fâ€-hitung 4,303 dengan probabilitas 0,042. Sedangkan untuk kelompok Non Tim Manajemen “F†– hitung 4,542 dengan probabilitas 0,034). Dari hasil analisis tersebut di atas menunjukkan bahwa peran Kepemimpinan untuk kedua kelompok yakni Tim Manajemen dan Non Tim Manajemen secara bersama-sama berperan terhadap pencapaian Kinerja Organisasi berbasis MBNQA. Dimana hasil uji tingkat signifikansi melalui uji “t†menunjukan bahwa dengan menggunakan Separate Variance Test diperoleh t=3,860 dan Sig (2 – tail) = 0,001 serta t=3,065 dan Sig (2- tail)=0,003.
This Research have been taken to senior staff PT. Pertamina (persero) upstream Operation Area for Oil and Gas (South Sumatra, Middle Sumatra, West Java and East Java) as an object. PT. Pertamina ( persero) upstream division have a responsibility to conduct the exploration, exploitation and distribution of crude oil and gas for designated area. Reseacher have collected data for 247 Employee spread out at 4 (four) upstream operation area. The propotional Stratified Random Sampling Method applied for this research, which considered total employee (member) of their subpopulation. Methodology for data collection using primary data (through questioner) and secondary data (taken from report of Assessor Team PT. Pertamina for Performance of Organization Unit based on Malcolm Baldridge National Quality Award (MBNQA) and put leadership and performance of organization with MBNQA basis). Based on data evaluation could be resulted that any closed relationship among role of leadership againts the performance of organization with MBNQA basis, which in West Java Area and South Sumatra Area have average scale of leadership is 3,69 – 3,91 and application of Baldridge Criteria in effort to achieve the performance of organization with average score around 3,35 – 3,49 and to measure the performance improvement with using MBNQA scoring they got value around 62 – 76. Whereas in Middle of Sumatra and East Java the scale of leadership around 3,30 – 3,36 and application of Baldridge Criteria in effort to achieve the performance of organization with average score around 2,82 – 2,90 and to measure the value of the performance improvement using scoring MBNQA only 3 – 28. Now, we can take the conclusion that using “t†test analysis, The leadership role significantly affected to performance achievement with MBNQA basis (Management team group using Pooled Variance “t†Test resulted “Fâ€- counted 4,303 with probability 0,042. Whereas for Non Management Team “Fâ€- counted 4,542 with probability 0,034). Resulting from this analysis showed that Leadership role for second group (Management team and Non Management Team) simultaneously have role to organization performance achievement with MBNQA basis. Which the result of significant test through “t†test showed that using Separate Variance Test resulted t = 3,860 and Sig (2-tail) = 0,001 with t = 3,065 and Sig (2-tail) = 0,003.
Kata Kunci : Manajemen Perusahaan,Kepemimpinan,Kinerja Organisasi