Peran Aktivisme Menstruasi dalam Mengatasi Period Poverty dan Mendorong Kebijakan Publik yang Inklusif
Wenny Dwi Rahmawati, Dr. Ambar Widaningrum
2025 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Penelitian ini bertujuan untuk memahami
peran aktivisme menstruasi Komunitas Biyung dalam mengatasi kemiskinan
menstruasi yang bersinggungan dengan faktor gender, ras, kelas, disabilitas,
dan lingkungan. Studi ini menekankan pentingnya kapasitas komunitas akar rumput
sebagai aktor non-pemerintah dalam advokasi kebijakan. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa aktivisme menstruasi berperan dalam menciptakan
ruang aman dan solidaritas, serta mendorong pemberdayaan pengetahuan,
keterampilan, dan ekonomi perempuan. Aktivisme ini juga berhasil memperkuat
resistensi dan agensi perempuan dalam menghadapi ketidakadilan sistemik yang dibingkai
melalui komodifikasi dan objektifikasi terhadap pengalaman tubuh perempuan.
Meskipun strategi advokasi berbasis komunitas masih memiliki keterbatasan di tingkat
struktural, aktivisme menstruasi menunjukkan kekuatan yang signifikan pada
tingkat pemberdayaan sosial. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya
perumusan kebijakan berbasis pendekatan interseksional dan berkeadilan
lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi pada pengembangan
kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
This
study aims to understand the role of menstrual activism by the Biyung Community
in addressing menstrual poverty intersecting with gender, race, class,
disability, and environmental factors. The study emphasises the importance of
grassroots community capacity as non-governmental actors in policy advocacy.
The method used in this study is qualitative with a case study approach. The
results of the study show that menstrual activism plays a role in creating safe
spaces and solidarity, as well as promoting the empowerment of women's
knowledge, skills, and economy. This activism has also succeeded in
strengthening women's resistance and agency in facing systemic injustices
framed through the commodification and objectification of women's bodily
experiences. Although community-based advocacy strategies still have
limitations at the structural level, menstrual activism shows significant
strength at the level of social empowerment. This research also emphasises the
importance of formulating policies based on an intersectional and
environmentally just approach. Thus, this research can contribute to the
development of more inclusive and sustainable policies.
Kata Kunci : Advokasi Berbasis Komunitas; Aktivisme Menstruasi; Ekofeminisme Interseksional; Gerakan Sosial Baru; Pendekatan Kebijakan Berbasis Interseksional