Laporkan Masalah

Investasi dan Manajemen Jepang dalam Industrialisasi di Indonesia pada Masa Orde Baru, 1966-1998

Stedi Wardoyo, Prof. Dr. Bambang Purwanto, M.A.

2026 | Disertasi | S3 Ilmu-ilmu Humaniora

Penelitian ini mengkaji peran investasi dan manajemen di perusahaan manufaktur otomotif Jepang dalam proses industrialisasi Indonesia selama masa Orde Baru tahun 1966 – 1998. Pergantian kekuasaan dari presiden Sukarno kepada presiden Soeharto pada tahun 1966 membawa perubahan kebijakan ekonomi dari kebijakan yang anti-asing menjadi kebijakan yang pro-asing dalam bentuk keterbukaan terhadap investasi asing sebagai bagian dari proses industrialisasi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebelumnya terpuruk. Peluang ini ditangkap oleh Jepang yang telah berhasil membangun kembali industri dan perekonomiannya pasca kehancuran yang dialami akibat kekalahannya atas Sekutu dalam Perang Pasifik tahun 1945. Sejak dibukanya kran investasi asing tahun 1967, perusahaan multinasional Jepang masuk ke Indonesia dan sejak tahun 1970-an Jepang mendominasi nilai investasi asing hingga menguasai pasar Indonesia dengan produk-produk yang dihasilkan, salah satunya mobil. Bagaimana hubungan timbal balik antara investasi dan penerapan manajemen Jepang dengan proses industrialisasi yang sedang dirintis oleh pemerintahan Orde Baru, khususnya dalam industri mobil Jepang di Indonesia menjadi topik kajian dalam penelitian ini.   

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan perspektif historis menggunakan data berupa dokumen dan teks literatur. Data-data tersebut dikumpulkan dengan metode heuristik untuk kemudian dilakukan kritik sumber dan dianalisis berdasarkan prinsip interdisipliner menggunakan pendekatan ilmu-ilmu sosial. Teori tentang pembangunan ekonomi, investasi asing, dan transfer  teknologi digunakan sebagai landasan penelitian ini dengan mengambil contoh kasus pada salah satu perusahaan mobil Jepang yang menguasai pasar otomotif Indonesia sejak masa Orde Baru hingga kini. Dengan kerangka teori yang dibangun, penelitian ini menginterpretasi dan menganalisa data untuk kemudian menggeneralisasi dan menuliskan hasil dalam bentuk historiografi.

Hasil dari penelitian ini sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian yang dirumuskan menunjukkan bahwa penerapan manajemen Jepang, khususnya manajemen produksi dan budaya kerja menjadi kunci keberhasilan salah satu industri otomotif Jepang di Indonesia. Penerapan manajemen Jepang ini selain sebagai alat kontrol untuk mempertahankan keunggulan dan kualitas produk dalam upaya memenangkan persaingan pasar, juga dilatarbelakangi pada faktor budaya Jepang yang diimplementasikan dalam budaya perusahaan. Di sisi lain, tidak adanya akar budaya manajemen asli menyebabkan Indonesia hanya menjadi bagian dari flying geese yakni pengikut Jepang dalam upaya mewujudkan langkah sebagai negara industri baru.

 


This study examines the role of investment and management in Japanese manufacturing companies in the industrialization process of Indonesia during the New Order period from 1966 to 1998. The change of power from President Sukarno to President Soeharto in Indonesia in 1966 brought a change in economic policy from anti-foreign to pro-foreign in the form of openness to foreign investment as part of the industrialisation process to pursue Indonesia's economic growth, which had previously been in decline. This opportunity was seized by Japan, which managed to rebuild its industry and economy after the devastation experienced due to its involvement in the Pacific War, which ended with Japan's defeat of the Allies in 1945. Since the opening of the foreign investment faucet in 1967, Japanese multinational companies have entered Indonesia and since the 1970s have dominated the value of foreign investment to dominate the Indonesian market with their products, including automotive products. The reciprocal relationship between investment and the application of Japanese management with the industrialisation process initiated by the New Order government, particularly in the Japanese automobile industry in Indonesia, is the subject of this study.  

This research is a qualitative study conducted from a historical perspective using data in the form of documents and literature texts. The data was collected using heuristic methods, then subjected to source criticism and analysed based on interdisciplinary principles using a social science approach. Theories on economic development, foreign investment, and technology transfer were used as the basis for this research, taking a case study of a Japanese car company that has dominated the Indonesian automotive market since the New Order era until now. With the theoretical framework built, this research interprets and analyzes the data to then generalize and write the results in the form of historiography.

The results of this study, in response to the research questions formulated, show that the application of Japanese management style, particularly production management and work culture, are key to the success of one of Japan's leading automotive industries in Indonesia. The application of Japanese management is not only a control tool to maintain product excellence and quality in order to win market competition, but is also based on Japanese cultural factors that are implemented in the corporate culture. On the other hand, the absence of indigenous management culture has caused Indonesia to merely become part of the “flying geese” phenomenon, following Japan's lead in its efforts to establish itself as a new industrial nation.


Kata Kunci : Jepang, Indonesia, investasi, manajemen, industrialisasi, Orde Baru

  1. S3-2026-435471-abstract.pdf  
  2. S3-2026-435471-bibliography.pdf  
  3. S3-2026-435471-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2026-435471-title.pdf