Keterampilan Sosial Wiralembagawan dalam Dinamika Inovasi Kelembagaan di Desa Wisata Pulesari
Salman Alfarizi, Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRIPenelitian ini membahas mengenai dinamika aktivitas kewiralembagaan yang dilakukan oleh wiralembagawan dalam membentuk inovasi kelembagaan di Desa Wisata Pulesari, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka teori Institutional–Individual Opportunity Nexus (IION) yang dikembangkan oleh Kusworo pada tahun 2015. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis bagaimana wiralembagawan memanfaatkan kapabilitasnya, yaitu keterampilan sosial, mengidentifikasi peluang kelembagaan, serta membuat atau mengenali fungsi dan formasi untuk menciptakan inovasi kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan terciptanya inovasi kelembagaan tidak terlepas dari kemampuan wiralembagawan dalam memobilisasi struktur sosial, membangun relasi strategis, dan memanfaatkan potensi lokal. Tahap creation menjadi respons dari kondisi krisis pasca-erupsi Gunung Merapi yang memotivasi wiralembagawan untuk menciptakan desa wisata. Tahap modification terjadi karena fungsi dari lembaga masih belum sepenuhnya jelas karena belum adanya wisatawan, sehingga terdapat penambahan fungsi untuk membentuk desa wisata berbasis alam dan outbond untuk anak-anak yang akhirnya bisa mencapai tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Dusun Pulesari. Setelah kedua tahap tersebut, tahap Recognition bisa bertahan hingga pada saat ini di mana fungsi dan formasi masih belum berubah untuk memenuhi tujuan wiralembagawan.
This study explores the dynamics of institutional entrepreneurship carried out by institutional entrepreneurs in developing institutional innovation in Pulesari Tourism Village, Sleman, Yogyakarta. Employing a qualitative-descriptive approach, this research applies the Institutional–Individual Opportunity Nexus (IION) theoretical framework developed by Kusworo in 2015. The main focus of the study is to analyze how institutional entrepreneurs utilize their capabilities,specifically to social skills, finding institutional opportunities as well as identify or create institutional functions and formations to build innovative and sustainable institutions. The findings show that the success of institutional innovation is closely linked to the institutional entrepreneurs ability to mobilize social structures, build strategic relationships, and leverage local potentials. The creation stage was a response to the crisis following the eruption of Merapi Mountain, which motivated the institutional entrepreneurs to create a tourism village. The modification stage occurred because the institution's function was still unclear due to the lack of tourists. Therefore, other functions were added to create a nature-based tourist village and outbound activities for children, achieving the goal of improving the economy of Pulesari Tourism Village. After these two stages, the Recognition stage has survived until now, where the function and formation remain unchanged to meet the Institutional Entrepreneurs goals.
Kata Kunci : Kewiralembagaan, Inovasi Kelembagaan, Desa Wisata, Wiralembagawan, IION, Pariwisata Berkelanjutan,