Pemetaan Batimetri Menggunakan Data MBES Untuk Kajian Keselamatan Pelayaran Di Pelabuhan Tanjung Emas
Ursula Mayang Anindiani, Ir. Abdul Basith S.T., M.Si, Ph.D.
2025 | Skripsi | TEKNIK GEODESI
Keselamatan pelayaran merupakan hal yang sangat
penting dalam alur maupun kolam pelabuhan, dan ini berlaku sepenuhnya di
Pelabuhan Tanjung Emas. Pelabuhan Tanjung Emas terletak di Semarang, Jawa
Tengah dengan frekuensi kegiatan bongkar muat serta aktivitas maritim yang
padat. Mengingat tingginya intensitas lalu lintas kapal menuntut adanya pemantau
keselamatan pelayarannya. Sebagai unit pelaksana, Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Emas telah
melakukan kegiatan survei hidrografi menggunakan MBES pada tahun 2024 untuk
keperluan pembaruan data kedalaman. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya
didukung oleh kajian yang secara komprehensif membahas keselamatan pelayaran
dengan memanfaatkan data batimetri terbaru. Oleh karena itu, diperlukan kajian
mengenai kondisi dasar perairan melalui pemetaan batimetri, penentuan kedalaman
aman terhadap draft kapal yang melintas, pendeskripsian objek bahaya
navigasi pelayaran, dan penyajian morfologi dasar alur pelayaran.
Data MBES yang digunakan
merupakan data sekunder hasil pengukuran Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung
Emas pada 10 Maret 2024 menggunakan MBES Teledyne Odom MB2. Data MBES yang
diperoleh masih berbentuk raw sehingga memerlukan serangkaian koreksi,
meliputi koreksi pasang surut, kalibrasi patch test, koreksi SVP, dan
pembersihan dari noise. Setelah semua koreksi diterapkan, uji kualitas
data kedalaman dilakukan dengan mengacu pada standar IHO S-44 Edisi ke-6 Tahun
2022. Hasil uji menunjukkan nilai kesalahan 0,25811 m pada tingkat kepercayaan
95%, yang memenuhi standar karena berada di bawah batas toleransi vertikal yaitu
0,26210 m. Dengan demikian, uji kualitas data MBES ini memenuhi orde khusus yang mengacu pada IHO S-44 Edisi ke-6 tahun
2022. Data
kedalaman yang telah terkoreksi dan memenuhi standar toleransi tersebut
kemudian divisualisasikan untuk pemetaan batimetri, penentuan kedalaman aman
terhadap draft kapal, pendeskripsian objek bahaya navigasi, dan
penyajian morfologi dasar alur pelayaran.
Kegiatan aplikatif ini menghasilkan peta batimetri dengan orde khusus yang mengacu pada pasang surut terendah dengan rentang kedalaman yang dihasilkan sebesar 8.45 m hingga 12.76 m. Berdasarkan data draft kapal yang melintas, kedalaman alur tersebut aman dilalui oleh kapal dengan draft 4 -7 meter. Akan tetapi, kedalaman tersebut cukup kritis bagi kapal-kapal yang memiliki draft antara 8-10 meter. Pada area kajian, ditemukan adanya 3 buah gundukan pada bagian utara alur pelayaran yang berpotensi tidak aman bagi kapal dengan draft 10 m dikarenakan besarnya nilai UKC negatif. Secara umum morfologi sebagian alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Emas cenderung landai, hal ini ditunjukkan dengan nilai kemiringan sebesar 2,60% di bagian utara, 3,37% di bagian tengah, dan 2,00% di bagian selatan.
Navigational safety is an
extremely critical matter in both the fairway and the harbor basin, and this
applies fully to Tanjung Emas Port. Tanjung Emas Port is located in Semarang,
Central Java, and features a high frequency of loading/unloading activities and
dense maritime traffic. Given the high intensity of vessel traffic, continuous
monitoring of its navigational safety is required. As the executing unit, the
Tanjung Emas Port Navigation District has conducted a hydrographic survey using
MBES in 2024 for the purpose of updating depth data. However, this effort is
not yet fully supported by a comprehensive study that addresses navigational
safety by utilizing the latest bathymetric data. Therefore, a study is
necessary regarding seabed conditions through bathymetric mapping, the
determination of safe depth relative to the drafts of passing vessels, the
description of navigational hazards, and the presentation of the fairway seabed
morphology. The MBES data used is
secondary data resulting from measurements taken by the Semarang Port
Navigation District's sea observation team on March 10, 2024, using the
Teledyne Odom MB2 MBES. The MBES data obtained is still in raw form, so it
requires a series of corrections, including tidal correction, patch test
calibration, SVP correction, and noise removal. After all corrections are
applied, a depth data quality test is performed by referencing the IHO S-44
standard, 6 th Edition, 2022. The test results showed an error value of 0.25811
m at a 95% confidence level, which meets the standard because it falls below
the vertical error tolerance limit of 0.26210
m. Thus, this MBES data quality test qualifies for Special Order, which
references the IHO S-44, 6 th Edition, 2022. The corrected depth data, which
meets the tolerance standards, is then visualized for bathymetric mapping,
determining safe depth relative to vessel drafts, describing navigational
hazards, and presenting the fairway seabed morphology. This applied activity resulted in
a special order bathymetric map referenced to the Lowest Astronomical Tide
(LAT), with the resulting depth range being 8.45 m to 12.76 m. Based on the
draft data of transiting vessels, the channel depth is safe for ships with a
draft of 4–7 meters. However, this depth is quite critical for ships that have
a draft between 8–10 meters. In the study area, three mounds were found in the
northern part of the shipping lane, which are potentially unsafe for vessels
with a draft of 10 m due to a large negative Under Keel Clearance (UKC) value.
Generally, the morphology of a portion of the Tanjung Emas Port shipping lane
tends to be gentle (or shallowly sloping), as indicated by the slope values of
2.60% in the northern section, 3.37% in the central section, and 2.00% in the
southern section.
Kata Kunci : Kata Kunci: alur pelayaran, keselamatan navigasi, MBES, morfologi dasar laut, draft kapal, objek bahaya navigasi, peta batimetri