Laporkan Masalah

Gambaran Keterlibatan Pengrajin Nonpartisipan dalam Aktivitas Wisata di Desa Wisata Berbasis Industri Kerajinan: Studi Kasus Desa Wisata Kajigelem

Maria Setia Ningrum, Mohamad Rachmadian Narotama, S.T., M.Sc., Ph.D.

2026 | Skripsi | PARIWISATA

Desa Wisata Kajigelem di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki potensi besar dalam tren wisata berbasis pengalaman budaya melalui industri kerajinan yang berada di Kasongan, Jipangan, Gendeng, dan Lemahdadi. Akan tetapi, partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata ini terdapat tantangan partisipasi karena sebagian besar penduduk adalah pengrajin dengan mata pencaharian utama tidak terkait langsung dengan sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis tingkat partisipasi masyarakat  terkhusus pengrajin dengan menggunakan kerangka teori Model Partisipasi Masyarakat yang Tidak Terkait Pariwisata. Melalui metode kualitatif deskriptif yang melibatkan wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa partisipasi masyarakat memiliki sifat yang heterogen. Para pengrajin yang tidak terkait dengan pariwisata masuk dalam beberapa tingkatan mulai dari informatif, konsultasi, dan kolaborasi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti orientasi bisnis dan organisasi lokal setiap wilayah. Akan tetapi para pengrajin tidak ada yang mencapai tahapan partisipasi sah yang paling tertinggi karena terdapat hambatan struktural, seperti budaya senioritas dan dominasi peran pemerintah yang bersifat top-down, serta fokus utama masyarakat pada produksi kerajinan dibandingkan perkembangan wisata.

Kajigelem Tourism Village in Bantul, Special Region of Yogyakarta, has great potential in the trend of culture-based tourism through the craft industry located in Kasongan, Jipangan, Gendeng, and Lemahdadi. However, community participation in the development of this tourism faces challenges because most of the residents are craftsmen whose main livelihood is not directly related to the tourism sector. This study aims to explore and analyze the level of community participation, especially among artisans, using the theoretical framework of the Non-Tourism Community Participation Model. Through descriptive qualitative methods involving semi-structured interviews, observation, and literature studies, this study found that community participation is heterogeneous in nature. Artisans who are not involved in tourism fall into several levels, ranging from informative, consultating, and collaborating, which are influenced by several factors such as the business orientation and local organizations in each region. However, none of the artisans have reached the highest level of legitimate participation due to structural barriers, such as the culture of seniority and the dominance of a top-down government role, as well as the community's main focus on craft production rather than tourism development. 

Kata Kunci : desa wisata, partisipasi masyarakat, wisata budaya, masyarakat yang tidak terkait pariwisata, Desa Wisata Kajigelem

  1. S1-2026-474412-abstract.pdf  
  2. S1-2026-474412-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-474412-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-474412-title.pdf