Evaluasi Segregasi dan Insinerasi pada Pengelolaan Limbah Tanah Terkontaminasi 137Cs di Batan Indah Serpong
Rifqi Saepul Anwar, Ir. Susetyo Hario Putero, M.Eng. ; Dr. Triyono Basuki, M.Sc.
2026 | Skripsi | TEKNIK NUKLIR
Upaya remediasi terhadap 862 drum tanah terkontaminasi 137Cs Batan Indah perlu dilakukan karena kapasitas fasilitas penyimpanan limbah milik BRIN telah penuh. Untuk meningkatkan efektivitas remediasi, tanah tersebut perlu diolah dengan praperlakuan segregasi dikarenakan kemungkinan radioaktivitasnya tidak homogen. Selain itu untuk tanah dengan konsentrasi aktivitas tinggi, perlakuan insinerasi perlu dilakukan sebagai penyesuaian sebelum tahap conditioning.
Pada praperlakuan segregasi, metode yang digunakan meliputi pemetaan laju paparan pada area kisi untuk mengamati distribusi radiasi, pengayakan kering menggunakan sieve shaker dengan ukuran 10, 25, dan 200 mesh, serta pengukuran aktivitas radioaktif menggunakan spektrometri gamma HPGe. Analisis reduksi massa dilakukan pada perlakuan insinerasi pada suhu 300°C sampai 400 °C yang disertai analisis pendukung XRD dan XRF.
Hasil menunjukkan seluruh tanah pada drum memiliki hotspot dan bersifat heterogen sehingga diperlukan pemisahan awal. Pengayakan kering memusatkan 137Cs pada fraksi kurang dari 74 µm dengan rasio distribusi 54,89% ± 20%, sementara fraksi ini hanya sekitar 3,1% massa pengayakan. Hal ini menjadikan fraksi ukuran besar lebih prospektif untuk remediasi. Insinerasi pada fraksi halus menurunkan massa organik hingga 10,00% ± 0,39% pada tanah permukaan dan 4,95% ± 0,86% pada tanah dalam.
Remediation efforts for 862 drums of 137Cs-contaminated soil at Batan Indah need to be carried out because the capacity of BRIN’s waste storage facility is full. To improve remediation effectiveness, the soil needs to be treated by segregation pretreatment due to the possibility of non-homogeneous radioactivity. In addition, for soil with high activity concentrations, incineration treatment needs to be carried out as an adjustment before the conditioning stage.
In the segregation pretreatment, the methods used included mapping the exposure rate in the grid area to observe the radiation distribution, dry sieving using a sieve shaker with size of 10, 25, and 200 mesh, and measuring radioactive activity using HPGe gamma spectrometry. Mass reduction analysis was performed on the incineration treatment at temperatures of 300°C to 400°C, accompanied by supporting XRD and XRF analyses.
The results showed that all soil in the drums had hotspots and was heterogeneous, thus requiring initial separation. Dry sieving concentrated 137Cs in the fraction less than 74 µm with a distribution ratio of 54.89% ± 20%, while this fraction was only about 3.1% of the sieving mass. This made the fraction greater than 74 µm more prospective for remediation. Incineration of the fine fraction reduced the organic mass to 10.00% ± 0.39% in surface soil and 4.95% ± 0.86% in deep soil.
Kata Kunci : Segregasi, Pemetaan, Pengayakan Kering, Insinerasi